Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak kalah dari Obama, Jokowi juga 'garang' hadapi China

Tak kalah dari Obama, Jokowi juga 'garang' hadapi China Jokowi hadiri ASEAN-ROK Summit. ©Setpres RI/Intan

Merdeka.com - Tindakan Republik Rakyat China (RRC) dengan membuat sembilan garis batas di Laut China Selatan menimbulkan keresahan sejumlah negara Asean. Tak hanya itu, Negeri Tirai Bambu ini diketahui sudah membangun pangkalan militer untuk memperkuat klaim mereka.

Gara-gara klaim tersebut, China tak hanya menghadapi protes dari delapan negara Asean, tapi juga Amerika Serikat dan Jepang. Presiden Barack Obama sampai-sampai mengirim kapal perang ke wilayah konflik. Meski begitu, China tak sendirian, mereka mendapatkan dukungan dari Rusia.

Kondisi itu turut melibatkan Indonesia, di mana klaim China disebut-sebut juga menyentuh perairan Natuna. Tentara Nasional Indonesia (TNI) pun mengerahkan pasukan guna menjaga kedaulatan NKRI di ujung utara Negeri Khatulistiwa.

Sebagai pemimpin, Presiden Joko Widodo segera menunjukkan sikapnya. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini dengan tegas menganggap klaim China tak berdasar, bahkan dia juga meminta Presiden Xi Jinping mematuhi hukum internasional.

Ketegasan itu pertama kali ditunjukkan Jokowi saat diwawancarai Surat Kabar Jepang, Yomiuri Shimbun. Apalagi, sembilan titik wilayah baru tersebut telah melanggar Zona Ekonomi Eksklusif milik RI, sebab menyentuh perairan Natuna yang berdekatan dengan Laut China Selatan.

"Sembilan titik garis yang selama ini diklaim Tingkok dan menandakan perbatasan maritimnya tidak memiliki dasar hukum internasional apa pun," kata presiden, Senin (23/3) lalu.

Dasar China menggambar sembilan titik itu didasarkan pada klaim mereka atas Kepulauan Spratly. Pulau ini masih dalam status sengketa dengan Filipina serta Vietnam. Bila China bisa lebih arif saat menghadapi sengketa Laut China Selatan, menurut Jokowi,

Indonesia sudah mengajukan keberatan atas sembilan titik itu pada 2009 ke Komisi Landas Kontinen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Adapun, hubungan RI-China relatif masih baik dalam isu Laut China Selatan, dibandingkan sengketa yang terasa antara China-Vietnam atau China-Filipina.

Ketegasan serupa kembali ditunjukkan Jokowi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean di Kuala Lumpur, Malaysia. Apa katanya? (mdk/tyo)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP