Buka penyelidikan baru Wisma Atlet, KPK sangkal ada politisasi
Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi membantah ada politisasi dalam pembukaan penyelidikan baru pada kasus dugaan korupsi pengadaan Wisma Atlet, di Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan. Menurut mereka dimulainya penyelidikan baru itu lantaran sudah memiliki cukup bukti.
Memang dalam waktu dekat Provinsi Sumatera Selatan bakal menggelar pemilihan gubernur. Salah satu calonnya merupakan kandidat incumbent, Alex Noerdin. Nama Alex sempat muncul di dalam surat dakwaan Muhammad Nazaruddin dan mantan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Wafid Muharram, dalam kasus suap Wisma Atlet.
"KPK domainnya hukum. Penyelidikan sudah berjalan dari beberapa bulan lalu, jadi tidak ada kaitannya dengan politik. Berdasarkan bukti cukup, KPK menilai sudah bisa kembangkan ke tingkat penyelidikan saat itu," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/4).
Alex Noerdin diketahui adalah penanggung jawab proyek Wisma Atlet. Dia diduga menerima aliran dana dari PT Duta Graha Indonesia dan Muhammad Nazaruddin sebagai imbalan memuluskan pengerjaan proyek itu. Alex diduga ikut mengubah desain proyek dari rencana semula, yang berakibat pengubahan spesifikasi bangunan dan anggaran.
Menurut Johan, penyelidikan dugaan korupsi pengadaan Wisma Atlet sudah berjalan sejak tahun lalu. Bahkan, sejumlah saksi telah dipanggil pihaknya terkait penyelidikan ini.
Dalam kasus suap Wisma Atlet, beberapa pihak terlibat sudah divonis bersalah. Mereka adalah Muhammad Nazaruddin, Mindo Rosalina Manulang, Mohammad El Idris, dan Angelina Sondakh. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya