Buka Hotline Pelaporan, Polda Kaltim Selidiki Korban Intimidasi Pinjol
Merdeka.com - Ditreskrimsus Polda Kalimantan Timur tengah menyelidiki kasus korban dugaan intimidasi pinjaman online (Pinjol). Koordinasi dilakukan bersama Mabes Polri.
Penyelidikan itu dilakukan kepolisian, menyusul laporan ke hotline Satgas Pinjol Kaltim, yang dibentuk Polda Kalimantan Timur sejak Kamis (28/10) lalu.
"Ada satu laporan kami terima, dan sudah ditindaklanjuti," kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Yusuf Sutejo, Senin (1/11).
Yusuf menerangkan, laporan itu sedang diproses dan dalam tahap penyelidikan. Diketahui, lokasi penyelenggara Pinjol itu tidak berada di Kalimantan Timur. "Sedang on progres. Kantor Pinjol itu tidak ada di Kaltim," ujar Yusuf.
Yusuf menerangkan, Polda Kaltim telah berkoordinasi bersama Mabes Polri, untuk menyelidiki keberadaan penyelenggara Pinjol itu. "Dan juga Polda setempat (lokasi kantor Pinjol) untuk dikembangkan lebih lanjut," terang Yusuf.
Ditreskrimsus Polda Kaltim memang membuka hotline pelaporan masyarakat terkait Pinjol yang meresahkan. Kanal pelaporan tersedia melalui nomor call center, WhatsApp Messenger, email, dan media sosial baik instagram, Facebook maupun twitter.
"Seperti disampaikan Bapak Kapolda (Kapolda Kaltim Irjen Pol Herry Rudolf Nahak), Satgas Pinjol Kaltim dibentuk sebagai upaya respons cepat adanya keresahan di masyarakat," jelas Yusuf.
Yusuf meminta, masyarakat khususnya di Kalimantan Timur, agar waspada dan lebih dulu memverifikasi melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum berurusan dengan penyelenggara Pinjol.
"Cepat (masa pencairan) dan berbunga sangat redah itu biasanya diduga ilegal," demikian Yusuf.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya