Buka-bukaan SBY dituding sembunyikan dokumen asli TPF kematian Munir
Merdeka.com - Keberadaan dokumen asli hasil Tim Pencari Fakta (TPF) kematian aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir Said Thalib hingga kini masih misterius. Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Alexander Lay beberapa waktu lalu menyatakan, Kemensesneg tidak menyimpan dan menerima dokumen hasil investigasi TFP kasus Munir.
'Bola panas' justru mengarah ke mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebab, Alex menyatakan, berdasarkan keterangan dari mantan Sekretaris Kabinet era SBY, Sudi Silalahi, dokumen investigasi TPF sudah diserahkan kepada SBY sejak tahun 2005. Namun, hingga saat ini dokumen tersebut tidak sampai ke Kemensesneg.
"Yang menerima Pak SBY, sejumlah eksemplar dan sesneg-seskab tidak memegang arsipnya. Itu yang terungkap baik di persidangan maupun publik," kata Alex di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (12/10).
Tak mau tinggal diam, SBY pun bereaksi. Setelah sebelumnya melalui akun twitternya SBY bereaksi, kemarin Presiden ke-6 RI itu menggelar jumpa pers di kediamannya di Puri Cikeas, Jawa Barat.
SBY mengaku mengikuti pemberitaan media dua pekan terakhir dan perbincangan publik soal dokumen TPF Munir. Namun dia menilai belakangan isu tersebut bergeser menjadi politis.
"Saya amati ada yang bergeser yang tadinya legal issue menjadi politik, tapi saya bukan orang baru di dunia perpolitikan hal begitu biasa, tapi kewajiban kami memberi penjelasan," kata SBY, Selasa (25/10). (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya