Budi Waseso sayangkan BNN belum punya gedung sendiri
Merdeka.com - Komjen Pol Budi Waseso resmi pensiun dari jabatan Kepala BNN, digantikan Irjen Pol Heru Winarko. Selama memimpin, Budi Waseso mengaku telah membawa banyak perubahan di BNN.
Menurutnya, hal yang terpenting adalah membentuk sinergitas sesama tim dalam BNN. "Ada lima deputi. Ada Deputi Cegah, Dayamas, Kerjasama, Berantas, dan Rehabilitasi. Saya sudah membangun sistem itu. Itu semua sudah terbangun semua, maka kerja kita ini sudah bersinergi di dalam. Setelah itu saya membangun sinergi ke luar. Saya melakukan pembenahan-pembenahan ke dalam, termasuk membangun komitmen ke dalam di seluruh anggota saya termasuk di kewilayahan," ujarnya di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (1/3).
Menurutnya, saat ini BNN sudah besar dan perkembangan narkotika semakin merajalela. Sehingga, dibutuhkan komitmen sungguh-sungguh untuk berantas peredaran barang haram itu.
"Yang dilaporkan narkotika di dunia baru saja kan 800, 68 sudah masuk ke Indonesia dan yang kita temukan. Yang belum mungkin bisa banyak," ujarnya.
Dia juga mengklaim telah membawa Indonesia dipandang dunia internasional dengan adanya laboratorium narkotika bertaraf internasional. Menurutnya, laboratorium yang berada di Lido, Sukabumi itu dibangunnya dengan dukungan Presiden Jokowi, Komisi III DPR, dan Menteri Keuangan.
"Itu sekarang kita punya Laboratorium Narkotika Nasional yang bertaraf internasional. Apalagi ke depan kita akan menghadapi Pilkada dan Pilpres, jadi jaminan untuk pemeriksaan narkotika ya ada di laboratorium dan sudah pasti ada jaminannya. Karena apa sudah memenuhi standar internasional," bebernya.
Selain itu dia juga mengaku telah membangun tempat pelatihan anjing pendeteksi atau K9. Sebab jika Indonesia tak memilikinya akan terus ketergantungan dari negara lain dan biayanya amat mahal.
"Maka saya membangun tempat itu, tempat pelatihan anjing dan breeding, juga di Lido dan sudah diresmikan. Next kita akan melatih anjing dan breeding sendiri. Kita punya kemampuan-kemampuan itu karena anggota-anggota saya kita sekolahkan ada di Australia, ada di Amsterdam, dan New Zealand. Nah sekarang mereka sudah jadi ahli-ahli untuk melatih itu," katanya.
Namun di tengah keberhasilan itu, Budi Waseso menyayangkan BNN belum memiliki gedung sendiri. Menurutnya, gedung di Cawang yang selama ini ditempati bukan milik BNN, melainkan Polri. Selama ini BNN meminjamnya dari Polri.
"Yang belum itu adalah kantor BNN. Karena kantor BNN sekarang ini bukan punya BNN, punya kepolisian, kita pinjam. Jadi bagaimana kita harus kerja bagus kalau kita tidak punya sarana prasarana yang representatif. Maka saya sudah mengusulkan kepada Pak Presiden rencana memang akan diberikan kantor itu. Ya kita tunggu," katanya.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya