Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Budi Waseso saran eksekusi mati bandar narkoba dilakukan diam-diam

Budi Waseso saran eksekusi mati bandar narkoba dilakukan diam-diam Kepala BNN Budi Waseso rilis kasus narkoba. ©2017 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso menyarankan agar pelaksanaan eksekusi terhadap bandar narkoba yang dipidana mati, dilakukan secara diam-diam. Informasi soal eksekusi mati tidak perlu disebarluaskan.

"Hukuman mati jangan diramaikan. Cukup taruh di lapangan malem-malem, ditembak terus tanam di sana," ujar Waseso ketika rilis akhir tahun di kantor BNN Pusat, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (27/12).

Mantan Kabareskrim itu menilai, selama ini eksekusi mati sulit dilakukan lantaran banyak pihak asing yang ikut campur tangan. Budi Waseso menuding pihak asing yang mencoba ikut campur dalam eksekusi mati merupakan jaringan narkoba internasional yang mencoba melindungi para bandar.

"Sulit ini pressure dari luar, dari jaringan. Jaringan sekuat tenaga membela pelaku dengan segala cara," ucap Waseso.

Karena itu, lebih baik informasi pelaksanaan eksekusi mati bandar narkoba tidak perlu disampaikan ke publik. Media massa hanya diberitahu setelah tiga tahun pelaksanaan eksekusi.

"Paling gampang diam-diam saja. Enggak usah beritain," ucap dia.

Budi Waseso mengaku lebih suka menembak mati bandar narkoba saat penggerebekan. Tahun 2017 saja ada 79 bandar dan pengedar yang mati di tangan petugas. Menurutnya, ini lebih jelas ketimbang harus menunggu eksekusi yang tak kunjung dilakukan karena pro dan kontra.

"79 kena tembak padahal tersangkanya 58.000. Amunisi kita cukup buat 58.000, cuma nasibnya baik. Saya harap melawan. Senjata saya nganggur nih, pak Arman (deputi pemberantasan) juga. Soalnya ketika sergap mereka menyerahkan diri," imbuh dia.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP