Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Budi Waseso: Ada yang mendoakan saya dibunuh

Budi Waseso: Ada yang mendoakan saya dibunuh Budi Waseso di Istana. ©2016 Merdeka.com/Titin Supriatin

Merdeka.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso menanggapi soal pertanyaan jika dirinya lelah untuk memimpin BNN. Dalam sebuah pekerjaan itu, kata dia, pasti ada yang namanya mengalami kejenuhan. Apalagi tugas sebagai Kepala BNN yang harus mengabdikan diri untuk pekerjaannya.

"Saya bilang urusan kita bekerja pasti itu, pasti ada klimaks atau kejenuhan. Bekerja untuk masalah narkotika adalah bekerja yang sangat serius dan memerlukan ketangguhan. Ini betul-betul mengabdikan diri kita," kata Budi Waseso di rumahnya Kompleks TNI AD Bulak Rantai Blok G No 86 Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (26/8).

Budi pun menceritakan, ada salah satu anggotanya yang disuap senilai Rp 10 miliar. Itu karena tidak adanya komitmen dan serius dalam menjalankan sebuah tugas.

"Kalau kita tidak seperti itu (komitmen) kamu sudah seperti anggota saya kemarin. Kamu disuap Rp 10 miliar pasti dia mau. Jangankan Rp 10 miliar, pensiun pun tidak dapat Rp 10 miliar, percaya sama saya," terang Budi.

Budi menyebutkan tidak benar jika setiap manusia tidak mengalami yang namanya lelah.

"Nah, bohonglah kalau manusia yang tidak lelah dalam menghadapi sesuatu itu bohong," kata dia.

Terakhir Budi menyampaikan, teror terhadap dirinya pasti ada, bahkan dia pun menyebutkan jika ada yang menginginkan dirinya cepat selesai dalam menjalani tugasnya sebagai Kepala BNN.

"Pasti ada sekarang yang mendoakan saya untuk cepat-cepat selesai juga, banyak yang mendoakan cepat diganti juga banyak. Kalau bisa dibunuh ya dibunuh, juga bisa dijebak dengan segala hal. Itu wajar, itu konsekuensi, petugas seperti saya," terang Budi.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP