Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Budaya nge-Lawar jelang Hari Raya Galungan

Budaya nge-Lawar jelang Hari Raya Galungan Hari Raya Galungan di Bali. ©AFP PHOTO/Sonny Tumbelaka

Merdeka.com - Hari ini, Selasa (6/9), sehari sebelum Hari Raya Galungan, umat Hindu di Bali melaksanakan tradisi penampahan atau memotong hewan. Umumnya hewan yang dipotong di hari ini adalah babi.

Sebagian masyarakat yang tidak memotong hewan, biasanya bisa membeli di pasar, atau memilih beli patungan kemudian dibagi rata.

Menariknya, dalam tradisi penampahan Galungan ini, pria lah yang bertugas sebagai pemasak. Daging babi itu diolah menjadi masakan yang dinamai Lawar.

"Ya setiap enam bulan sekali kita laksanakan kegiatan penampahan galungan ini. Masakan yang dibuat umumnya Lawar. Jenisnya ada banyak, tergantung kemauan masing-masing. Ada Lawar nangka, nyuh (kelapa) ‎serta beberapa jenis lainnya," ungkap Ketut Bagus, serambi mengadon jenis Lawar nyuh di rumahnya, Jalan Ngurah Rai Buleleng.

tradisi penampahan galungan

Tradisi Penampahan Galungan

Menurutnya, budaya nge-Lawar ini merupakan tradisi untuk saling mengikat rasa persaudaraan. Selain sebagai upaya melestarikan tradisi, dikatakannya juga, budaya nge-Lawar adalah kesempatan bagi kaum pria untuk memasak yang disuguhkan kepada keluarga dan juga persembahan upacara (sesajen).

"Anggap saja selama enam bulan wanita yang sibuk di dapur. Namun untuk satu hari ini setiap enam bulan sekali, giliran kaum pria dari bapak dan anak-anak ikut berjibaku di dapur," ucapnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP