BPJS Diingatkan Tak Persulit Hak Keluarga Korban Penembakan Papua
Merdeka.com - 15 Pekerja proyek jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, tewas ditembaki kelompok bersenjata. Polisi dan TNI hingga kini masih memburu para pelaku.
Terkait insiden tersebut, Presiden Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (K-Sarbumusi NU), Syaiful Bahri Anshori turut berduka. Padahal, para pekerja sedang membangun infrastruktur jalur Trans Papua demi warga setempat.
"Menurut saya ini sangat aneh, masyarakat sipil yang sedang bekerja, untuk ikut dalam menyejahterakan masyarakat Papua. Tapi, malah jadi korban prilaku keji dan biadab," kata Syaiful di Jakarta, Rabu (5/12).
Syaiful berharap, para pelaku segera ditangkap dan diadili. Motif penyerangan tersebut hingga kini masih diselidiki.
"Saya minta aparat TNI-Polri untuk segera menuntaskan dan menangkap pelakunya," katanya.
Syaiful juga meminta kepada BPJS Ketenagakerjaan untuk segera memberikan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) kepada keluarga korban.
"BPJS Ketenagakerjaan harus secepatnya memberikan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian sesuai haknya kepada keluarganya tanpa dipersulit administrasi normal. Karena ini masuk dalam kejadian luar biasa sehingga BPJS ketenagakerjaan harus cepat tanggap," tutup dia.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya