BPJS dan Sejumlah Negara Asian Bahas Jaminan Pekerja Antarnegara
Merdeka.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Tenaga Kerja Indonesia bersama sejumlah negara membahas perkembangan sistem jaminan sosial menuju revolusi industri 4.0, dalam Asian Workers Compensation Forum (AWCF) di Nusa Dua Bali.
Salah satu isu yang dibahas adalah perubahan jaminan sosial yang sudah ada dan penerapan jaminan sosial untuk pekerja antarnegara.
"Ini yang ingin kita bicarakan, dan kemudian layanannya seperti apa, benefitnya seperti apa. Kemudian juga para pekerja ini tidak hanya bekerja di suatu tempat tapi mereka melayani antar negara. Bagaimana kita memberikan jaminan ketenagakerjaan, khususnya kecelakaan kerja pada mereka. Ini yang menjadi fokus utama kita. Dan tentunya kita ingin membangun dan memperkuat jaminan sosial di masing-masing negara dengan melakukan kolaborasi," ujar Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, Selasa (22/1).
Dia menerangkan, bahwa saat ini trend di berbagai negara adalah adanya perubahan jaminan sosial kecelakaan kerja seiring dengan perubahan pola kerja di era digital menuju revolusi industri.
"Kami mengundang seluruh anggota AWCF di Bali untuk duduk bersama, mengikuti seminar, sharing pengalaman dan pengetahuan terkait dengan implementasi jaminan sosial ketenagakerjaan dalam kaitannya dengan era digital sekarang. AWCF ini adalah organisasi asosiasi sosial security kecelakaan kerja di Asia yang mana kita fokus untuk memberikan layanan kecelakaan jaminan kerja," ujarnya.
Susanto juga menjelaskan, saat ini banyak negara di Asia dihadapkan pada suatu perubahan yang sangat cepat karena revolusi industri 4.0. Perubahan ini tentunya berpengaruh kepada sistem jaminan sosial pada kecelakaan kerja. Seluruh negara bahkan bukan hanya di Asia, tetapi banyak negara lainnya di dunia mengalami nasib yang sama.
"Oleh karena itu pada AWCF kita mengundang seluruh anggota untuk datang sama-sama memikirkan strateginya dan antisipasinya, dan membangun sebuah kerja sama yang kokoh diantara sesama anggota AWCF untuk mengantisipasi trend perubahan tersebut," ujarnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya