BPBD Jateng: 1.864 Desa Rawan Banjir, 2.134 Desa Rentan Longsor
Merdeka.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mengidentifikasi sejumlah daerah yang berpotensi banjir serta tanah longsor pada musim penghujan. Setidaknya ada 1.864 desa di 336 kecamatan rawan banjir, serta 2.134 desa dari 344 kecamatan rentan terjadi tanah longsor.
"Jadi wilayah tingkat kerawanan banjir tinggi berada di pesisir pantai Utara dari Brebes hingga Rembang. Untuk pesisir pantai selatan berada di Cilacap dan Kebumen, dan Purworejo," kata Kepala BPBD Jateng, Sarwa Pramana saat ditemui di kantornya, Senin (10/12).
Sarwa menyebut kondisi banjir di beberapa wilayah disebabkan tidak ada proyek normalisasi gorong-gorong.
"Banyak kota yang banjir disebabkan tidak adanya lokasi gorong-gorong di jalan raya. Seperti contoh seperti Kota Semarang beberapa ruas jalan Kaligawe banjir," ujarnya.
Intensitas curah hujan pada bulan Desember tahun ini sangat berbeda dibanding tahun lalu. Sesuai informasi Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG Kota Semarang, musim hujan bakal terjadi Januari hingga Februari 2019 mendatang.
"Jumlah kecamatan potensi dampak banjir ada 336 titik. Sedangkan desa yang punya potensi terkena banjir saat musim hujan akhir tahun ini 1.864 titik," ujarnya.
Terkait bencana longsor, Sarwa mengkhawatirkan kondisi permukiman warga yang berada di tebing pegunungan di 334 kecamatan seluruh Jateng.
"Total 2.134 desa seluruh Jateng, paling besar potensi longsor di Kabupaten Banjarnegara, dan Banyumas. Apalagi kekeringan panjang banyak tanah yang merekah, kondisi hujan ekstrem semua airnya masuk rekahan tanah potensi tanah gerak," kata Sarwa.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya