Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BP2MI Duga Ada Aksi Travel Gelap Tawarkan Kemudahan Pekerja Migran Pulang Kampung

BP2MI Duga Ada Aksi Travel Gelap Tawarkan Kemudahan Pekerja Migran Pulang Kampung Pekerja Migran yang Dikarantina. ©2020 Merdeka.com/Antara

Merdeka.com - Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani menduga ada travel gelap yang memanfaatkan penanganan kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Travel gelap diduga memanfaatkan situasi dengan membawa pulang pekerja migran yang tak ingin menjalani karantina dan segera pulang ke kampung halaman.

"Ada travel gelap yang mencoba masuk ke wilayah Wisma Atlet. Mereka ingin memanfaatkan bisnis kotor mereka kepada para PMI. PMI diarahkan untuk menggunakan jasa travel dengan tarif tinggi," kata Benny dalam diskusi di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Minggu (28/6).

Untuk diketahui, pekerja migran yang baru pulang dari luar negeri wajib menjalani karantina. Mereka harus menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan.

Selama menunggu hasil PCR sekitar beberapa hari, para pekerja ini dikarantina di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. Apabila ada yang positif akan dirawat, dan bila tidak akan dipulangkan.

Kerap dijumpai travel gelap lalu lalang di area RS Wisma Atlet. Targetnya, pekerja migran. Adapun, modus yang ditawarkan oleh travel gelap ini adalah membujuk pemulangan mereka ke kampung halaman secara mudah.

Di tengah perjalanan, para pekerja migran dipaksa untuk membayar dengan tarif tinggi. Apabila tidak dituruti kemauannya, PMI akan diturunkan ditengah perjalanan. Bahkan, PMI juga kerap mendapat ancaman tindak kekerasan juka menolak tawaran tarif yang diajukan oleh pihak travel gelap.

"Mereka (PMI) disembelih dengan harga tidak wajar. Tujuannya mencari keuntungan yang tinggi," tegasnya.

Benny menambahkan, pihaknya menerima banyak aduan terkait aksi pemaksaan penukaran mata uang dolar ke rupiah milik pekerja migran. Aksi pemaksaan ini kerap terjadi di tengah perjalanan menuju kampung halaman saat menggunakan jasa travel gelap ini.

"Kelompok travel gelap ini memanfaatkan kepulangan PMI sebagai bisnis kotor. Mereka arahkan agar PMI gunakan jasa travel tertentu," katanya.

Benny telah mengingatkan pekerja migran agar hati-hati dengan aksi travel gelap. Sebab, selain tarif mahal hal ini juga merugikan diri sendiri.

"Kebanyakan kasus yang terjadi, mereka benar-benar disembelih (diperas) dengan harga yang tidak wajar. Kemudian, jika mereka tidak mau memenuhi harga yang ditetapkan oleh travel, mereka bisa diberhentikan di tengah jalan," ujar Benny.

Oleh karena itu, ia mengklaim pihaknya telah menghubungi Kepala Staf Presiden Moeldoko agar bisa berkoordinasi dengan aparat TNI untuk mengambil tindakan agar membatasi ruang gerak travel gelap tersebut..

"Kejahatan ini memang harus kita proteksi dengan kerja-kerja kolaboratif dan hingga hari ini cukup efektif. Kami berterima kasih kepada jajaran TNI yang mengambil sikap tegas tidak memberi ruang kepada siapapun untuk memanfaatkan situasi Covid-19," tutupnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP