Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bos Sido Muncul: Label sebabkan kanker bikin Tolak Angin makin eksis

Bos Sido Muncul: Label sebabkan kanker bikin Tolak Angin makin eksis Tolak angin dilarang di AS. ©2015 merdeka.com

Merdeka.com - Kendati geram dengan pihak Empire International selaku distributor 'Tolak Angin' di Amerika Serikat, CEO Sido Muncul, Irwan Hidayat tetap santai menanggapi pemberitaan tersebut. Sebab, selain sudah meminta maaf, akibat ulah distributor tersebut malah semakin melambungkan produknya di negeri paman sam itu.

"Tanggapi Prop 65 Warning ini sebenarnya ada baiknya juga ya untuk pihak Sido Muncul itu sendiri. Ya kalau tidak karena kejadian ini, kami tidak akan terkenal seperti hari ini," kata Irwan saat di temui di lobby Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Jakarta Pusat, Jumat (14/8).

Selain membuat Sido Muncul lebih eksis, Irwan juga memaparkan adanya hikmah bagi pemerintah atas kejadian ini.

"Ini juga ada hikmahnya buat pemerintah loh. Ini kan berarti sama toh antara pemeriksaan analysa BPOM dengan analysa Sido Muncul dan pemeriksaan di luar sana (Amerika). Berarti analysa kita akurat dong?," paparnya dengan senyum.

Sementara untuk masalah pelabelan ini, dirinya berharap kejadian serupa tidak akan lagi terulang kembali, baik di Amerika maupun misal nanti di negara lain.

"Semua bukti- buktinya kan sudah tidak bisa disangkal lagi jika produk kami memang baik untuk dikonsumsi. Semoga tak ada kejadian seperti ini lagi," tutupnya.

Sebelumnya, Jamu Tolak Angin dilabeli produk berbahaya di Amerika Serikat. Empire International, Distributor produk Tolak Angin di AS memberikan Peringatan Prop 65 yang mengkategorikan produk ini bisa mengakibatkan kanker dan gangguan pada kandungan.

PT Sido Muncul sebagai produsen Jamu Tolak Angin langsung melayangkan protes pada Empire International. Pihak Empire pun meminta maaf label Prop 65 itu bisa disematkan pada produk Tolak Angin. Ternyata Empire bermasalah dan dituntut oleh sejumlah pihak karena menjual produk jahe dan licoryce yang mengandung logam berat di atas 10 ppm.

Sebagai efek dari tuntutan itu, mereka memasang peringatan kepada seluruh produk yang mengandung jahe dengan label Prop 65. Termasuk Tolak Angin. Hal itu dilakukan tanpa berkonsultasi dengan PT Sido Muncul.

"Pihak yang menempelkan stiker itu secara tertulis sudah mengakui kesalahannya dan minta maaf dan melampirkan hasil laboratorium," kata Corporate Secretary and Legal PT Sido Muncul Tiur Simamora.

Dalam hasil lab yang disertakan, memang tak terdeteksi adanya logam berat dalam produk Tolak Angin. Empire sudah setuju untuk menarik semua produk yang diberi stiker Prop 65 itu di AS.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP