Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bongkar mafia daging impor ilegal, Bea Cukai amankan lima orang

Bongkar mafia daging impor ilegal, Bea Cukai amankan lima orang Ditjen Bea Cukai amankan lima mafia daging impor ilegal. ©2016 Merdeka.com/ronauli

Merdeka.com - Ditjen Bea dan Cukai membongkar praktik mafia impor daging sapi ilegal. Lima orang diamankan dan masih diperiksa sebagai saksi.

"Kita masih melakukan penyidikan lebih lanjut lagi terkait kasus ini," kata Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi, di TPTF Jakarta Utara, Kamis (16/6).

Pihaknya belum dapat memastikan kelayakan daging sapi tersebut. Jika daging sapi ilegal itu terindikasi virus penyakit, dipastikan bakal dimusnahkan.

"Nanti kita masih koordinasi ke bidang pertanian, perdagangan, kejaksaan, dan bea cukai untuk memastikan kelayakan dari daging tersebut," ucapnya.

Sebelumnya, Bea dan Cukai Tanjung Priok menggagalkan penyelundupan 7 kontainer daging sapi beku impor di Pelabuhan Tanjung Priok. Daging sapi ilegal ini disimpan dalam kardus karton rencananya akan di tebar di Ibu Kota Jakarta dan tanah air.

Sebanyak 163,5 Ton daging ilegal berhasil diamankan petugas. Dimana daging tersebut berasal dari New Zealand dan Australia.

"Daging itu diangkut tujuh kontainer, yaitu ada jantung, hati, bagian leher, ada paru-paru, ginjal, dan kaki sapi. Ada 6 jenis yang akan mereka masukkan. Saat mereka masukkan tidak mendapatkan izin," kata Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi, Kamis (16/6).

Heru menjelaskan importir ini berusaha mengelabui petugas dengan cara menyamarkan dalam bentuk bahan kimia untuk campuran pakan ternak.

"Mereka ini importir umum yang tidak akan diberikan izin. Mereka lapor kepada kami ini merupakan pakan ternak. Namun saat kita periksa ada jeroannya. Ini kita nyatakan ilegal karena memberitahukan jenis dan jumlah barang impor yang salah dan data impor barang yang tidak benar," ucap dia. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP