Bom Surabaya, tokoh agama se-Jatim imbau jemaat tak takut ibadah
Merdeka.com - Tokoh agama yang tergabung dalam Forum Lintas Agama dan Etnis Jawa Timur, menemui Kapolda Jawa Timur Irjen Machfud Arifin, untuk meminta formulasi pengamanan gereja juga tempat ibadah pasca teror gereja di Surabaya, Minggu (13/5). Sebab, tengah terjadi trauma sosial yang membuat masyarakat takut untuk mendatangi gereja di hari Minggu.
"Sehingga kami meminta formulasi penanganan pengamanan kepada kepolisian dan juga diminta pengamanan internal," ujar Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja, Agus Susanto di Mapolda Jatim, Rabu (16/5)
Agus juga mengakui pascateror tersebut muncul benih kebencian terhadap identitas agama tertentu. Maka dari itu dia mengimbau agar dibuatkan solusi agar kebencian tersebut tidak berkembang luas.
"Sehingga gelombang teror tidak berkembang menjadi teror baru," ucapnya.
Dua hal itu menjadi pembahasan antar forum dan pihak kepolisian. Karenanya dia mengimbau kepada seluruh gereja dan umat tidak takut untuk mengikuti peribadatan Minggu.
"Kami mengimbau kepada seluruh gereja yang ada tak perlu takut bahkan harus berani datang ke gereja pada hari minggu," tegasnya.
Sementara itu, menurut Wakil Rais PWNU Jawa Timur Ali Maschan Moesa, Polri akan melakukan peningkatan keamanan di seluruh gereja. Juga ada tambahan bantuan pengamanan dari internal gereja.
"Tadi kita sepakat dengan Kapolda dan Komjen Lutfi (Kabaharkam), minggu ada peningkatan kewaspadaan, protap polri juga begitu," kata dia dalam kesempatan sama.
Ali juga menyatakan umat islam siap membantu pengamanan gereja-gereja khususnya di Jawa Timur ini. "Dengan kebersamaan internal gereja dan seluruh tempat ibadah, polri dengan banser seluruh Jatim Insya Allah aman," tegasnya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya