Bom Samarinda, PDIP pertanyakan eks napi teroris tak diawasi ketat
Merdeka.com - Aksi teror kembali terjadi di Indonesia. Teranyar, Gereja Oikemene di Sengkotek, Harapan Baru, kecamatan Samarinda Seberang, kota Samarinda, Kalimantan Timur, menjadi sasaran teror bom pada Minggu (13/11) pagi. Akibat kejadian ini, lima anak menjadi korban ledakan bom berjenis low explosive ini.
Anggota Komisi I dari PDIP Charles Honoris meminta aparat penegak hukum membongkar motif jaringan pelaku teror bom di gereja Oikemene. Apalagi, pelaku yang diketahui bernama Johanda adalah residivis peledakan bom buku tahun 2011.
"Aparat penegak hukum harus segera membongkar motif dan jaringan dari pelaku teror tersebut. Pelaku sudah pernah dipenjara karena pidana terorisme. Oleh karena itu seharusnya pelaku sudah masuk watchlist aparat penegak hukum," kata Charles saat dihubungi, Senin (14/11).
Charles meminta Polri, BIN dan BNPT melakukan infiltrasi dan mengawasi jaringan teroris yang sudah masuk dalam daftar pengawasan aksi terorisme.
"Polri, BIN dan BNPT harus serius mencermati, melakukan infiltrasi dan mengawasi jaringan orang-orang yang sudah masuk dalam daftar pengawasan terorisme," tegasnya.
Politikus PDIP ini juga meminta pemerintah mewaspadai dugaan keterlibatan aktor-aktor politik yang menunggangi setiap aksi terorisme di Indonesia. "Negara juga harus waspada agar aksi-aksi teror tidak ditunggangi oleh aktor-aktor politik yang ingin menjatuhkan pemerintahan yang sah," klaimnya.
Seperti diketahui, bom berjenis low explosive meledak sekira pukul 10.00 WITA, usai jemaat melakukan ibadah. Densus 88 terus mengejar jaringan lainnya. Kapolda Kalimantan Timur Irjen Safaruddin memastikan, teror itu adalah perbuatan teroris.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya