Bom Pipa Diamankan dari Lokasi Ledakan di Sibolga
Merdeka.com - Polisi masih melakukan upaya sterilisasi di sekitar rumah yang menjadi lokasi ledakan bom di Jalan Cendrawasih Gang Serumpun, Kelurahan Pancuran Bambu, Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (13/3). Mereka menemukan sejumlah bom rakitan di sana.
"Yang diamankan oleh petugas ada sekitar 4 (bom rakitan), cuma yang di dalam itu ada sekitar 4 atau 5 yang dipegang oleh istrinya AH (terduga teroris yang ditangkap di Sibolga) itu," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo, di Medan, Rabu (13/3).
Dia memaparkan, bom yang ditemukan dan yang meledak jenisnya sama dan cukup membahayakan. Bom itu terdiri dari paralon berisi potassium yang di dalamnya diisi paku dan mur, dan dilengkapi rangkaian switching.
"Ya seperti bom lontong atau yang dirakit dengan paralon, sama dia polanya, isinya paku serpihan besi kemudian ada baut ada mur," jelas Dedi.
Dua ledakan sudah terjadi di rumah itu. Yang pertama terjadi saat penangkapan Hus alias AH, Selasa (12/3) sekitar pukul 14.30 Wib. Akibat kejadian itu, seorang personel kepolisian terluka.
"Yang kedua tadi malam yang mengakibatkan istri sama anaknya diduga meninggal dunia," jelas Dedi.
Beredar informasi bahwa tim Densus 88 juga menggeledah rumah di Jalan Kutilang, Kelurahan Habil, Kota Sibolga. Rumah itu diketahui milik mertua AH.
Petugas dikabarkan mengamankan bahan peledak yang beratnya mencapai 30 Kg dari dalam rumah itu. Saat hal ini ditanyakan kepada Dedi, dia menjawab, peledak ditemukan di kediaman AH. "Ya di TKP itu, TKP kediaman AH," ucapnya.
Dia memaparkan operasi Densus 88 Antiteror di Sibolga ini merupakan rangkaian daripada penangkapan terduga pelaku terorisme berinisial R alias P di Lampung, Sabtu (9/3).
"Di Lampung juga kita menemukan bom juga hampir sama, cuma bom yang di Lampung, bom lontong itu tidak sebanyak yang ada di Sibolga Sibolga cukup banyak yang sudah terakit maupun belum terakit," jelas Dedi.
Di Sibolga 3 orang sudah ditangkap, termasuk Hus alias AH. Menurut Dedi, terduga teroris ini berniat melakukan serangan dengan sasaran aparat keamanan.
"Sasaran utamanya adalah aparat keamanan, karena kita sudah 20 tahun memerangi mereka. Dan masyarakat tidak perlu takut karena ini musuh bersama, sama-sama kita kuat memerangi mereka," imbaunya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya