Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bocah yang Matanya Dicungkil Orang Tua Sudah Jalani Operasi, Tetapi Masih Trauma

Bocah yang Matanya Dicungkil Orang Tua Sudah Jalani Operasi, Tetapi Masih Trauma Ilustrasi kekerasan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Anak korban kekerasan yang dilakukan kedua orang tua dan kerabatnya di Kabupaten Gowa, sudah menjalani operasi mata di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf, hari ini. Meski telah menjalani operasi mata, korban mengalami trauma akibat kekerasan yang dialami

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Komisaris Besar E Zulpan, mengatakan pihaknya sudah menjenguk korban pascamenjalani operasi dan berkoordinasi dengan Pemkab Gowa untuk membantu korban.

"Tadi saya ke rumah sakit melihat operasi terhadap korban. Saya memberikan motivasi kepada dokter yang menangani sebaik mungkin," ujarnya kepada wartawan, Senin (6/9).

Akibat trauma yang dialaminya, korban perlu diberikan pendampingan psikologi atau trauma healing.

"Kita sudah minta agar Pemkab memberikan pendampingan, khususnya terkait trauma healing. Karena korban ini mengalami trauma," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Gowa, Kawaidah Alham, menambahkan saat ini kondisi kesehatan korban sudah membaik usai dioperasi. Meski demikian, korban masih sering menangis.

"Alhamdulillah, kondisi fisik korban bagus. Cuma karena baru pasca operasi hari ini masih rewel, tapi namanya juga anak-anak," tuturnya.

Meski kedua orang tuanya sempat melukai mata kanan, tetapi tidak membuat korban mengalami kebutaan. "Alhamdulillah, matanya tidak rusak dan baik. Masih bisa melihat," kata dia.

Ia menegaskan DP3A Gowa melakukan pendampingan terhadap korban. Bahkan, korban akan dibawa ke rumah aman untuk dilakukan pendampingan.

"Kami akan lakukan pendampingan (psikologi), tapi nanti setelah pulang dari rumah sakit. Kita akan bawa ke rumah aman dan lakukan pendampingan," ucapnya

Terpisah, Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resort Gowa, Ajun Komisaris Polisi Mangatas Tambunan mengatakan pihaknya masih menunggu hasil observasi tes kejiwaan dua orang tua korban dari Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Makassar. Hasil pemeriksaan kejiwaan tersebut akan menjadi penentu langkah kepolisian selanjutnya.

"Sampai saat ini masih dua tersangkanya yakni paman dan kakek korban. Sementara untuk dua orang tua korban, kami masih menunggu hasil tes kejiwaan dari RSJ (RSKD) Dadi," tuturnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP