Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bocah terdiagnosa suspect antraks sakit mendadak sebelum meninggal

Bocah terdiagnosa suspect antraks sakit mendadak sebelum meninggal Ilustrasi Pasien. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang bocah berumur 8 tahun meninggal dunia setelah 6 hari dirawat di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta. Bocah berinisial H ini didiagnosa terpapar atau suspect virus antraks.

Menurut paman H, Suratijo (43), keponakannya sakit secara tiba-tiba. H mendadak sakit pada malam pergantian tahun baru atau tanggal 31 Desember 2016 yang lalu. H kemudian dibawa ke Puskesmas Mlati yang kemudian dirujuk ke RSUD Sleman.

"Tidak tahu sakitnya apa. Tapi mendadak sakit. Setelah dari RSUD Morangan (Sleman), langsung (dirujuk) ke RS Sardjito. Katanya ruang ICU di RSUD Morangan penuh," ujar Surajito saat ditemui Merdeka.com di rumahnya di Simping, Sidomoyo, Godean, Sleman kemarin.

Suratijo memaparkan bahwa ketika bocah H dibawa ke RSUP Dr Sardjito, kondisinya koma. Seingat Suratijo, H ketika di rumah sakit, matanya dalam kondisi terbuka dan tubuhnya lemas.

"Ya keponakan saya itu setiap hari main biasa saja sama teman-temannya di sini (kampung). Tapi tiba-tiba panas dan langsung dibawa ke puskesmas lalu dirujuk ke rumah sakit," terang Suratijo.

Sedangkan menurut Kakek H, Wido Sudarmo (80), dirinya tak mengetahui secara pasti jenis penyakit yang diderita cucunya hingga meninggal dunia. Sedangkan di lingkungan tempatnya tinggal, tidak ada warga yang sakitnya sama dengan cucunya.

"Kalau sekarang ibunya yang sedang di RS Sardjito. Kemarin waktu nunggu anaknya yang sakit, ibunya juga mengeluh sakit di perut. 3 hari menunggu di RS Sardjito, ibunya juga ganti dirawat. Kalau ibunya sakit usus buntu," tutur Wido Sudarmo.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, H yang merupakan pelajar SD ini meninggal dunia etelah 6 hari di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUP Dr Sardjito.

Kabar kematian H yang terdiagnosa atau suspect virus antraks sempat beredar di grup sosial media. Pesan di sosial media itu berupa surat keterangan kematian H dari RSUP Dr Sardjito yang ditandatangani direktur utama, Mochammad Syafak Hanung.

Ketika dikonfirmasi, Jumat 20 Januari, Kepala Bidang Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Trisno Heru Nugroho membenarkan bahwa hasil diagnosa H setelah meninggal si bocah terpapar virus bacillius anthracis (antraks). Tetapi Heru meminta untuk menunggu hasil lab yang sedang dilakukan. Hasil lab itu baru akan keluar dua atau tiga hari mendatang dan hasilnya akan mengetahui apa penyebab kematian bocah H.

Terkait beredarnya surat tersebut, Heru menyatakan otoritas rumah sakit masih menelusuri kebenarannya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP