Bocah SD bacakan puisi: Kami rindu pemimpin yang tak menindas rakyat
Merdeka.com - Seorang bocah (8) Vallen Aditya Deanti menangis saat membacakan puisi 'Surat Ini untuk Negeri' di hadapan istri-istri purnawirawan TNI di Perumahan Zeni, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Anak purnawirawan Serma Yahya ini meminta Presiden Joko Widodo untuk tak membongkar rumah orangtuanya. Kedua orangtuanya sudah 50 tahun tinggal di rumah tersebut.
Sementara puluhan ibu-ibu yang menghuni komplek ini juga menangis setelah mengetahui rumahnya akan digusur oleh Kodam Jaya. Mereka tak terima harus diusir dari rumah yang sudah huni selama puluhan tahun.
Selain menangis histeris, mereka juga memblokir jalan masuk komplek sambil berdoa agar proses eksekusi dapat dibatalkan.
Berikut puisi yang dibacakan Vallen Aditya Deanti di lokasi, Senin (26/10);
Yang terhormat bapak insinyur Joko Widodo Bapak Presiden Republik Indonesia
Ini kah... wajah Indonesiaku yang aku cintai..
Ini kah...Indonesiaku yang aku banggakan...
Kami rindu Indonesia dan pemimpin yang menghargai jasa-jasa orangtua dan kakek kami...
Kami rindu pemimpin negeri ini yang menghormati perjuangan orangtua dan kakek kami...
Bangsa ini...tak akan sehebat tanpa perjuangan mereka...
Bangsa ini...tak akan semerdeka ini tanpa jasa-jasa mereka...
Kami rindu pemimpin yang mencintai pejuang-pejuang bangsa ini...
Kami rindu pemimpin rakyat kecil seperti kami...
Kami rindu pemimpin yang tidak selalu menindas rakyat kecil...
Biarkan kami hidup dengan tenang... Tanpa penindasan dan tanpa ketakutan untuk mengenang jasa-jasa orangtua dan kakek kami...
Jadikan kami anak-anak yang bangga akan bangsa ini...
Jadikan kami bangga sebagai anak pejuang di tanah air ini...
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya