Bocah panti asuhan di Denpasar mengaku disodomi pembina
Merdeka.com - Malang nasib RA (10 tahun), bocah penghuni panti asuhan di wilayah Denpasar Barat, ini. Dengan wajah ketakutan, dia mengaku sering dipaksa membuka celananya dan disodomi oleh petugas di panti asuhan tempatnya tinggal.
Bocah asal Sumba, Nusa Tenggara Timur itu baru berani melaporkan kejadian buruk dialaminya selama ini saat kerabatnya datang membesuk ke panti. Di hadapan pamannya yang tinggal di Jalan Buluh Indah, RA mengaku telah berulang kali dicabuli dan tidak mau dititipkan lagi di panti asuhan tersebut.
"Awalnya sih dia diam. Karena saya desak kenapa tidak mau lagi ada di panti, akhirnya dia cerita. Selama ini saat dia sendiri kerap disodomi," jelas paman korban di Polresta Denpasar, Selasa (17/3).
Kasus RA kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Denpasar. Dari hasil pemeriksaan polisi, korban terpaksa diam karena selalu diancam.
Menurut korban, pelaku pencabulan berinisial ES dan bertugas selaku petugas pembina panti. Kendati pemeriksaan dan dilakukan pengambilan visum telah usai, tapi tidak nampak polisi bergerak untuk melakukan penyelidikan dan memanggil pelaku.
Bahkan Kasubag Humas Polresta Denpasar, AKP Sugriwo justru mengaku dirinya sama sekali tidak tahu adanya laporan tersebut. "Maaf saya belum sempat menerima laporan dari pihak Reskrim soal kasus itu. Yah, nanti saya coba akan tanyakan," kata Sugriwo. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya