Bocah korban banjir di Karawang butuh seragam sekolah & alat tulis
Merdeka.com - Banjir luapan sungai Citarum hingga saat ini masih menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat terutama daerah bantaran sungai di wilayah itu, Kamis (17/11).
Ketinggian banjir bervariatif antara 50 hingga satu setengah meter. Itu terjadi di dua titik seperti di wilayah Gempol, Tanjungpura dan Kecamatan Teluk Jambe Barat.
Warga korban banjir di dua daerah itu saat ini masih menempati tenda-tenda darurat yang mereka dirikan di sekitar tanggul aliran sungai Citarum.
Korban banjir juga terpaksa hanya menggunakan pakaian dan perlengkapan seadanya, setelah semua harta benda mereka tidak terselamatkan setelah air masuk ke permukiman dan merendam rumah.
"Ya pakaian yang dipakai saja, tidak ada barang yang bisa diselamatkan. Apalagi bawa barang elektronik atau yang lainnya," kata salah seorang korban banjir Nuriah.
Selain membutuhkan bantuan berupa makanan dan air bersih, warga juga berharap agar para dermawan bisa menyumbangkan pakaian terutama seragam sekolah dan alat tulis untuk anak-anak mereka.
"Kalau dari Pemerintah mah susah, saya berharap ada para dermawan yang bisa membantu kami yang tengah kesulitan," ujar pengungsi lain, Icem.
Sementara di sejumlah wilayah, banjir akibat luapan sungai Citarum dan Cibeet sudah mulai surut. Sebagian warga korban banjir mulai kembali ke rumahnya.
Selain menggenangi permukiman dan perumahan warga, banjir juga merendam areal persawahan hingga mengancam para petani mengalami gagal panen.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya