Bocah hanyut di sungai Brantas ditemukan tewas dalam tumpukan sampah
Merdeka.com - Muhammad Farizal (12), pelajar kelas VI, SDN Petok, warga Desa Petok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, hanyut di Sungai Brantas saat bermain bersama teman-temannya, Selasa (2/5). Setelah dilakukan pencarian, Ferizal (12) ditemukan di Bendungan Gerak Waru Turi Kediri, pukul 01.30 WIB, Kamis (4/5), dalam kondisi meninggal.
Jenazah ditemukan di antara tumpukan sampah oleh warga. Petugas dan tim SAR yang mendapat informasi langsung mendatangi TKP dan mengevakuasi jenazah untuk dibawa ke RS Bhayangkara Kediri untuk dilakukan visum.
"Alhamdulillah akhirnya jenazah Farizal akhirnya ditemukan berkat laporan warga dan langsung kita tindaklanjuti," kata Kapolsek Mojo Polresta Kediri, AKP Sokhib Dimyati kepada merdeka.com, Kamis (4/5).
Usai dilakukan visum luar penyebab kematian, korban akhirnya dibawa pulang dan dimakamkan. Nampak hadir dalam pemakaman, KH Anwar Iskandar, pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri.

Seperti diberitakan sebelumnya, Muhamad Farizal (12) pelajar kelas VI, SDN Petok warga Desa Petok Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri Kediri hanyut di Sungai Brantas saat bermain bersama teman-temannya, Selasa (2/5) pagi. Jejak korban hanya ditemukan sebuah kaos warna hitam bertuliskan 'Kamu Jahat Banget' dan sandal karet warna hitam sebelah kiri.
Berdasarkan penuturan dari para saksi, korban yang pamitnya belajar kelompok baru diketahui oleh orangtuanya hilang sekira pukul 21.00 WIB, setelah 7 kawannya mengaku kalau Farizal hanyut terbawa ganasnya arus Sungai Brantas.
"Awalnya pada hari Selasa(2/5) sekira pukul 09.00 WIB, korban pergi dengan ke tujuh temannya belajar kelompok. Niat belajar kelompok tersebut ternyata malah dimanfaatkan mandi dan bermain di Sungai Brantas di Desa Petok Mojo. Tak lama kemudian tiba-tiba korban terseret arus sungai," kata AKP H Sokhib Dimyati, Kapolsek Mojo Polresta Kediri.
Masih menurut AKP Sokhib, mengetahui Ferizal hanyut teman–temannya berusaha menolong tetapi tidak berhasil. "Karena merasa ketakutan teman–teman korban sepakat tidak memberitahukan kepada keluarga. Baru sekira pukul 20.00 WIB ketika orangtua korban bertanya kepada ke tujuh teman korban tersebut diketahui bahwa korban telah tenggelam di sungai Brantas dan sekira pukul 21.00 WIB kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Mojo," tambahnya.
Mendapat laporan, petugas langsung mendatangi TKP bersama orangtua korban dan ke tujuh teman korban. Di lokasi tempat hilang ditemukan satu kaos oblong warna hitam bertuliskan 'Kamu Jahat Banget' dan sandal karet warna hitam sebelah kiri.
Pencarian tidak hanya dilakukan oleh polisi, keluarga dan tim BPBD. Warga masyarakat Kediri yang mendengar juga memantau dan melakukan pencarian di Sungai Brantas hingga Rabu (3/5) dini hari, namun belum juga ditemukan.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya