BNPT sebut pemerintah sudah bentuk satgas bebaskan 10 WNI
Merdeka.com - Pemerintah masih mencari cara untuk membebaskan 10 Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf di perairan Filipina. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Tito Karnavian mengatakan, pemerintah telah membentuk satgas untuk membebaskan mereka.
"Untuk Abu Sayyaf, Wapres sudah bentuk Satgas. Isinya Menko Polhukam, BIN, TNI, Polri, BNPT dan Kemlu. Kami tak tepat menyampaikan satgas ini," kata Tito di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/4).
Tito enggan menjelaskan secara panjang soal peran dan kerja Satgas ini sampai sejauh mana. Kata dia, penjelasan semuanya satu pintu dari Menko Polhukam.
"Semua harus satu suara, jangan kami yang beri statement. Statement dari Polhukam," ucapnya.
Menurut Tito, Satgas ini memiliki opsi-opsi untuk membebaskan 10 WNI yang masih disandera kelompok Abu Sayyaf. Dia menambahkan, peran BNPT dalam Satgas ini adalah memahami jaringan Abu Sayyaf di Tanah Air.
"Kami tak miliki cabang di sana, tak seperti Kemlu yang punya cabang di sana," tandasnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya