BNPB Koordinasi dengan Kementerian PUPR Pulihkan Jembatan Gladak Perak
Merdeka.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memulihkan pembangunan di kawasan terdampak awan panas guguran (APG) Gunung Semeru. Salah satu infrastruktur yang akan dipulihkan yakni Jembatan Gladak Perak, penghubung Kabupaten Lumajang dengan Malang.
"BNPB akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk segera menangani ini," kata Kepala BNPB, Suharyanto di Jembatan Gladak Perak, Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (6/12).
Dia memerintahkan seluruh unsur TNI, Polri dan lintas instansi gabungan agar memastikan tidak ada masyarakat yang masih tinggal di daerah terdampak awan panas guguran Gunung Semeru. Ini untuk mengantisipasi adanya awan panas guguran susulan Gunung Semeru yang masih berpotensi terjadi sewaktu-waktu.
"Jangan sampai ada masyarakat di area ini ya. Masih berbahaya," ujarnya.
Suharyanto menyampaikan hal ini saat meninjau Jembatan Gladak Perak. Mantan Pangdam V/Brawijaya ini mengendarai sepeda motor jenis trail menuju Jembatan Gladak Perak, mengingat medan tidak dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda empat.
Di sepanjang jalan menuju lokasi, Suharyanto melihat banyak kerusakan vegetasi berupa pohon tumbang dan material vulkanik yang menutupi jalan hingga ketebalan kurang lebih 30 sentimeter. Beberapa bangunan di sepanjang jalan yang berada di lembah Daerah Aliran Sungai (DAS) Curah Kobokan juga mengalami kerusakan terdampak awan panas guguran.
Gunung Semeru mengeluarkan awan panas guguran pada Sabtu (4/12). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur melaporkan kejadian itu mengakibatkan 15 orang meninggal dunia dan 27 hilang.
Rincian korban meninggal yakni, 8 teridentifikasi di Kecamatan Pronojiwo, sedangkan 7 lainnya di Kecamatan Candipuro. Total korban terdampak sebanyak 5.205 jiwa, tercatat 1.707 jiwa mengungsi.
Selain berdampak pada korban jiwa, awan panas guguran juga merusak sektor pemukiman dan infrastruktur di beberapa kecamatan di Kabupaten Lumajang. Data sementara menyebutkan rumah terdampak berjumlah 2.970 unit, fasilitas pendidikan terdampak langsung 38 unit, dan jembatan putus 1 unit yakni Gladak Perak.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya