BNPB Gelar Pembekalan Riset Bencana dengan Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia
Merdeka.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar sosialisasi dan Pembekalan ‘Ideathon Bali Kembali’ kepada seluruh perguruan tinggi se-Indonesia.
Kegiatan ini melibatkan seluruh perguruan tinggi yang akan mengikuti Ideathon sesuai keahlian dan tema yang dipilih. Sosialisasi dan pembekalan ini diikuti oleh 220 peserta dan dilaksanakan dalam 5 sesi diskusi.
"Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi sektor kesehatan, pariwisata, ekonomi, dan sosial budaya secara langsung kepada masyarakat Provinsi Bali, dalam rangka mendukung percepatan penanganan Covid-19," kata Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati dalam keterangannya, Kamis (19/3)
Sebagai informasi, peluncuran 'Ideathon Bali Kembali' dilaksanakan pada 12 Maret lalu. Kegiatan ini merupakan program riset, kolaborasi antara BNPB, Kementerian Riset dan Teknologi/ BRIN, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Pemerintah Provinsi Bali.
Selain itu, Raditya juga mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk berdiskusi dengan para akademisi dan pakar membahas kebencanaan.
“Urgensi yang paling penting saat ini adalah bagaimana mengangkat isu kebencanaan ke dalam riset. Selama ini riset kebencanaan masih relatif kurang," ungkapnya.
Narasumber yang hadir yakni dari BNPB, Kemristek/BRIN, LIPI, Kepala BPBD Provinsi Bali, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan para pakar serta praktisi kebencanaan.
"Para narasumber dari Pemprov Bali memberikan gambaran permasalahan penanganan Covid-9 di bidang kesehatan, ekonomi masyarakat, dan pariwisata sescara empiris untuk digunakan calon peneliti dalam proposal risetnya," ungkapnya.
Oleh sebab itu, dia berharap penelitian-penelitian yang dilaksanakan para mahasiswa dapat memberikan justifikasi scientific terhadap kebijakan dan strategi karena pada sosialisasi ini peserta bisa mengumpulkan informasi dan data dari pakar.
"Peserta bisa mendapatkan gambaran permasalahan Bali secara lengkap, komprehensif, dan multiperspektif," kata dia.
Raditya kemudian mengingatkan bahwa Bali dipilih sebagai tempat perhelatan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke 7. Perhelatan internasional ini digelar pada 23-28 Mei 2022 mendatang.
"Ini baru pertama kali dilaksanakan di Asia yaitu di Indonesia. Sebelum-sebelumnya GPDRR selalu dilaksanakan di Geneva. Sehingga kita perlu mengangkat semangat untuk pemulihan Bali. Ideathon yang dilaksanakan ini akan menjadi use and useful dalam pengelolaan kebencanaan”, ucapnya.
Menanggapi hal itu, Direktur Sistem Penanggulangan Bencana, Udrekh, menyampaikan, kesuksesan agar hasil riset melalui Ideathon ini bermanfaat atau tidak akan sangat bergantung pada peran dosen dan peneliti. Apakah keduanya bisa berperan serta dan dapat bermitra dengan mitra lokal.
Senada dengan Udrekh, Gusti Ayu Ketut Surtiari dari LIPI menyatakan, prioritas Bali untuk bangkit sangat besar. Sehingga diharapkan riset yang dilakukan betul-betul dapat membantu Bali untuk pulih menjadi lebih baik lagi.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya