BNN sebut bos besar pengendali narkoba ada di lapas Jakarta
Merdeka.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kementerian Hukum dan HAM menangkap delapan orang narapidana di dua lapas, Selasa (27/11). BNN tengah memburu dua narapidana lagi yang saat ini menghuni lapas di Jakarta.
"Masih diselidiki, kami belum bisa katakan apakah WNI atau WNA, tapi sudah kami dapati datanya," kata Kasubag Humas BNN Kombes Sumirat Dwiyanto di Gedung BNN, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (28/11).
BNN menduga bos besar pengendali peredaran narkoba dari balik penjara masih belum tertangkap. "Jaringan ini seperti segitiga, kami masih menangkap jaringan yang berada di level menengahnya, dan masih kami dalami lagi. Ada kemungkinan masih ada bos besar lainnya yang berada di Lapas," ujarnya.
Sumirat mengaku pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan lebih mendalam dan terus melakukan pengawasan terhadap sejumlah narapidana narkotika yang berada di balik jeruji penjara.
"Berdasarkan data yang kita miliki, hingga tahun 2012 jumlah terpidana mati terkait narkotika seluruhnya ada 66 orang. Beberapa di antaranya sudah inkracht, nah sisanya sekarang masih kita awasi," katanya.
Sebelumnya, BNN dan Kementerian Hukum dan HAM menangkap delapan orang narapidana, Selasa (27/11). Tujuh tersangka dibekuk dari Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan satu tersangka lagi diamankan dari Lapas Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara. Mereka diketahui sebagai pengendali sindikat narkotika internasional.
"Lima dari para narapidana yang ditangkap merupakan terpidana mati atas kasus narkotika dan kasus pembunuhan berencana, yang berada di Lapas Nusakambangan," ujar Kasubag Humas BNN Kombes Sumirat Dwiyanto di Gedung BNN, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (28/11). (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya