BNN Sebut Banyak Napi di Lapas Gowa dan Maros Kendalikan Bisnis Narkoba
Merdeka.com - Dua Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di wilayah Sulsel yakni Lapas Bolangi Kabupaten Gowa dan Lapas Kabupaten Maros jadi atensi Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Sulsel. Masalahnya, dari dua Lapas ini, kerap ditemukan kasus tahanannya mengendalikan peredaran narkoba.
"Lapas Bolangi dan Lapas Maros menjadi perhatian khusus kita sebab masih banyak bandar besar yang mengendalikan narkoba dari dalam Lapas tersebut. Setiap celah, setiap ruang dicarinya. Ini di luar jangkauan dan sulit untuk dideteksi," kata Kepala BNNP Sulsel Brigjen Polisi Idris Kadir di Hotel Gahara, Makassar, Rabu (19/12).
Langkah antisipatif tindakan peredaran narkoba dikendalikan tahanan dari balik jeruji, kata Idris Kadir, sebenarnya sudah dilakukan melalui kerja sama dengan Kakanwil Kemenkum HAM.
"Pengawasan di Lapas itu lemah jadi BNNP Sulsel memang harus kerja keras," tandasnya.
Mengenai kinerja lembaga yang dipimpinnya, Idris Kadir mengungkap, selama setahun telah mengamankan 31 tersangka dari 15 laporan. Barang bukti yang diamankan 11,6 kg sabu, 50,63 gram tembakau gorilla, 2 kg ganja, serta 3.000 butir pil ekstasi.
Selain upaya pencegahan, penindakan juga dilakukan pemulihan. Tercatat dari Januari sampai Desember 2018, penyalahgunaan narkoba di Sulsel sebanyak 1.549 orang.
"Direhab di Baddoka 357 orang, di rumah sakit 459 orang, yayasan 359 orang dan 338 warga binaan lapas dan rutan," pungkasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya