Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BNN sebut bandar lebih leluasa transaksi narkoba dari dalam penjara

BNN sebut bandar lebih leluasa transaksi narkoba dari dalam penjara pemusnahan narkoba di monas. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso mengatakan jika bandar narkoba malah lebih leluasa bertransaksi dari dalam bui. Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya sel mewah yang dihuni bandar narkoba Haryanto Chandra di dalam lapas IA Cipinang, Jakarta Timur.

Ia menyebut keberadaan sel mewah dalam hotel prodeo bukanlah hal baru. Untuk itu, mantan Kabareskrim ini meyakini jika masih banyak lagi terdapat sel mewah lainnya.

"Kita juga temukan di lapas ada ini dan itu. Seperti di Sumut kita temukan banker narkotika. Di Sumut pernah kita temukan brankas uang di dalam lapas dari hasil penjualan narkotika ada Rp 24 juta," ujar Waseso kepada wartawan di kantornya, Kamis (15/6).

"Itulah satu pembuktian kita bahwa di lapas itu mereka leluasa. Para pelaku atau bandar yang sudah melakukan pidana tapi leluasa menikmati hidup itu dengan mentransaksikan narkotika dari dalam lapas. Kita lihat kan ada ruangan khusus, ada Wi-Fi, ada token untuk transaksi, tempat tidur luar biasa, ruang makan luar biasa."

Waseso menambahkan penggeledahan sel Haryanto Chandra diawali dari hasil pengembangan tangkapan kasus narkotika.

"Kita dari menangkap satu tersangka, ternyata ada hubungannya dengan jaringan (Haryanto Chandra) di lapas. Jaringan lapas itu sebenarnya sedang kita sidik TPPU-nya. Ternyata benar hasil monitoring kita, dia bekerja melakukan kegiatan."

Dengan adanya hal tersebut, BNN langsung melakukan operasi intelijen untuk mendapatkan bukti-bukti yang kuat dengan adanya pemberian ruangan khusus terhadap Haryanto Chandra, termasuk fasilitas-fasilitas penggunaan CCTV untuk memantau aktivitas lapas di dalam.

"Sehingga kita bisa merekam, memfoto, dan mendokumentasikan kegiatan mereka. Dan hasil penelusuran TPPU oleh PPATK itu kita bisa mengetahui aliran dana yang dilakukan jaringan ini. Salah satunya Warga Negara Inggris itu udah lari kemana-mana tapi mengendalikan uang hasil penjualan narkotika di Indonesia," tandasnya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP