Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BNN: Narkoba dalam tubuh Raffi belum tentu dari daun khat

BNN: Narkoba dalam tubuh Raffi belum tentu dari daun khat Tanaman Khat . ©2013 Merdeka.com/benny

Merdeka.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) telah menetapkan artis Raffi Ahmad sebagai tersangka penyalahgunaan narkoba. Dari hasil pemeriksaan, dalam tubuh Raffi positif mengandung zat methylone, narkotika golongan I.

Pakar Farmasi-Kimia BNN Kombes Mufti Djusnir mengungkapkan, methylone adalah zat turunan dari chatinone. Zat yang dikonsumsi oleh presenter terkenal Raffi itu bukan berasal dari tanaman Khat, melainkan diproduksi secara sintetis atau campuran kimia.

"Jadi zat methylone yang ada di Raffi itu belum tentu bahan dasarnya adalah dari daun khat yang kami lihat kemarin di Cisarua," ujarnya saat dihubungi wartawan, Rabu (6/1).

Menurut Mufti, chatinone memiliki dua sumber, yakni alamiah dan sintetis. Chatinone alamiah didapat dari tanaman khat yang diekstraksi bagian daun. Sementara chatinone jenis sintetis didapat dari substitusi antara beberapa unsur kimia yang ada.

"Dengan menggunakan rumus kimia sang peracik dapat membentuk zat yang sangat mereka inginkan. Chatinone ini ada yang dari tumbuhan, ada yang dari bahan kimia. Kalau yang Raffi gunakan itu terbuat dari chatinone yang diproduksi secara sintesis artinya campuran bahan kimia," jelas Mufti.

Mufti menjelaskan, methylone, turunan dari zat chatinone memiliki efek stimulan dan psikoaktif yang lebih berbahaya daripada chatinone yang didapat dari tanaman Khat. "Karena dibuat secara sintetis, maka peracik lebih mudah ditambah zat apa zat apa supaya efeknya dahsyat. Pengertian kata dahsyat ini adalah kepentingan mereka yang menyalahgunakan narkotika lho ya," jelasnya.

Mufti mengaku bersyukur dengan adanya kasu Raffi setidaknya BNN dapat membuka pengetahuan baru sekaligus dasar hukum baru tentang tanaman khat yang mengandung narkotika belum diketahui secara luas oleh masyarakat.

Mufti mengatakan, jika dikonsumsi secara wajar, pucuk daun khat tersebut tak memiliki efek negatif. Namun, bila dikonsumsi dalam jumlah konsumsi tertentu, zat chatinone yang ada dalam daun khat dapat menimbulkan reaksi layaknya zat amphetamine, bahan dasar pembuat sabu atau ekstasi, yakni memiliki efek stimulan dalam jangka panjang.

"Padahal, efek itu membuat jantung meningkat, aliran darah meningkat. Kalau tubuh masih bisa toleransi, masih bisa tahan. Namun, kalau tidak, pasti jatuh. Artinya, lebih besar negatifnya daripada positifnya," ujar Mufti. (mdk/has)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP