Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BNN cuek tanggapi surat protes dari Kalapas Pekanbaru

BNN cuek tanggapi surat protes dari Kalapas Pekanbaru merdeka.com/ilustrasi BNN

Merdeka.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) ikut bersama Wamenkum HAM Denny Indrayana menggerebek Lapas Pekanbaru. Saat itu diduga ada kekerasan yang dilakukan rombongan Denny pada penjaga lapas. Kalapas Pekanbaru Alfizahrin menyurati Kakanwil Kumham Pekanbaru Djoni Muhammad. Mereka memprotes pemukulan itu.

Menanggapi hal seperti itu pihak BNN cuek saja. Direktur Pengejaran dan Penindakan BNN Brigjen Pol Benny Mamoto mengatakan BNN sering dituduh oleh kepala kantor wilayah, di tiap daerah ketika BNN melakukan sidak ke berbagai lapas di indonesia.

"Kalau surat tuduhan begitu sih kami sering sekali. Waktu itu sidak di lapas Kerobokan Bali, kita pernah dibilang bawa senjata laras panjang. Padahal baru sekarang ini saja kita dapat senjata laras panjang, kemarin-kemarin belum," ujar Benny di Gedung BNN, Jakarta Timur, Selasa (3/4).

Benny juga membantah jika ada tindak kekerasan yang dilakukan oleh Wamenkum HAM Denny Indrayana pada saat melakukan sidak di lapas kelas IIA Pekanbaru, Jl Pemasyarakatan No 19.

"Jadi tidak ada kekerasan ya, saat itu memang Pak Wamen sempat membriefing sebagian sipir di lobi," tambahnya.

Dalam sidak kemarin di Lapas Pekanbaru, Senin (2/4), BNN berhasil menangkap tiga orang napi berinisial JT, H, dan L. BNN juga menangkap seorang petugas lapas yang diduga termasuk dalam jaringan tersebut.

Tidak hanya itu BNN juga mendapatkan sejumlah alat bukti berupa uang tunai, kunci mobil, 42 ponsel, alat hisap sabu (bong), dan 881,4 gram sabu yang didapat di luar lapas. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP