BMKG: Potensi tsunami sangat kecil
Merdeka.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Pekanbaru menyatakan, potensi tsunami akibat gempa bumi 8,5 dan 6,5 Skala Richter (SR) di Aceh sangat kecil.
"Hal itu karena setelah dilakukan analisis sementara, ternyata patahan lempeng di dasar laut merupakan patahan mendatar atau 'ateral slip fault' dan bukan patahan turun (normal fault) atau patahan naik (thrust fault)," kata analis BMKG Stasiun Meteorologi Pekanbaru Slamet Riyadi kepada Antara di Pekanbaru, Rabu (11/4).
Oleh karena itu, mengingat patahan terjadi hanya mendatar, kemungkinan terjadi tsunami sangat kecil karena patahan tidak mengganggu pergerakan air laut.
Selain itu, jika memang akan terjadi tsunami akibat gempa berkekuatan 8,5 dan 6,5 SR tersebut, pasti sudah terjadi sejak sekitar 15-30 menit pascagempa.
Namun belajar dari kejadian tsunami Aceh pada 2004, di mana tsunami terjadi 30 menit sampai dengan satu jam pascagempa. Karena itu, peringatan dini tsunami hingga melampaui satu jam belum juga dicabut.
"Jadi kesimpulannya, kalau memang akan terjadi tsunami, itu seharusnya paling lambat sudah harus terjadi sejak pukul 16.00 WIB tadi," katanya.
Kabar dan hasil analisis terkini, informasi tsunami di sejumlah wilayah provinsi di Sumatera masih belum didapat. "Baik Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung yang tadinya berpeluang dilanda tsunami sejauh ini masih dikabarkan aman," kata Slamet.
Gempa bumi berkekuatan 8,5 SR terjadi pukul 15.38.29 WIB terpusat tepat di 2.46 Barat Daya Simelue Aceh, 2.40 lintang utara (LU) dan 92.99 bujur timur (BT) dengan kedalaman 10 kilometer.
Gempa susulan berkekuatan 6,5 SR pada pukul 16.28.02 WIB, juga berlokasi di 1.21 LU, 91.72 BT berjarak sekitar 510 kilometer barat daya mengarah ke Kabupaten Simeulue Aceh dengan kedalaman 42 kilometer. (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya