Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BMKG Diimbau Ganti Ina-Tews Rusak

BMKG Diimbau Ganti Ina-Tews Rusak BMKG. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Staf khusus Wakil Presiden, Masduki Badlowi menyarankan BMKG mengganti alat Teknology Early Warning System (Ina-Tews) atau deteksi dini bencana yang sudah rusak dengan yang berkualitas. Dia berharap nantinya Ina-Tews kembali difungsikan sebagaimana mestinya.

Sebab, alat tersebut sangat diperlukan untuk menyelamatkan warga dari kemungkinan ancaman bencana alam, baik tsunami ataupun gempa.

"Harapan kita alat tersebut nantinya dapat dipergunakan dengan baik saat terjadi bencana, jangan sampai rusak ketika ada bencana. Alat ini penting untuk masyarakat," katanya melalui keterangan tertulisnya, Jumat (13/3).

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR Ridwan Bae menilai, kualitas teknologi Ina-Tews tidak boleh dianggap enteng, sebab ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Pengadaan Ina-Tews harus sesuai aturan.

Dia mengingatkan, pengadaan alat Ina-TEWS di lembaga yang ditunjuk pemerintah seperti BMKG harus betul-betul sesuai aturan dan mengutamakan kualitas. Sebab, Ina-TEWS adalah sistem peringatan dini tsunami yang komprehensif, yang di dalamnya telah diterapkan teknologi baru yang dikenal dengan Decision Support System.

"Alat-alatnya harus berkualitas. Untuk itu, Komisi V mengimbau kepada BMKG melalui pemerintah. Bahkan, kita minta kepada bapak Presiden Jokowi agar betul-betul alat-alatnya agar up to date semua," ujarnya.

Dia menambahkan, pengadaan Ina-Tews di BMKG sangat penting karena alat tersebut memiliki peranan penting dalam mitigasi bencana Tsunami. Salah satu komponen penting dalam Ina-Tews khususnya Central Hub. Central Hub merupakan salah satu rangkaian dari sistem teknologi untuk mengetahui magnitudo gempa bumi yang berkaitan dengan Tsunami.

"BMKG jangan melanggar aturan," ingatnya.

Ridwan menerangkan, kehadiran Ina-Tews sangat membantu masyarakat untuk mengambil tindakan yang diperlukan agar meminimalisir dampak yang tidak diinginkan.

"BMKG dan Komisi V sudah bekerja maksimal untuk mengambil langkah-langkah sehingga bisa meminimalisir terjadinya gempa dan tsunami. Paling tidak bisa mendeteksi lebih awal," tutupnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP