BMKG cabut peringatan dini tsunami di Donggala usai diguncang gempa 7,7 SR
Merdeka.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencabut peringatan dini tsunami pascagempa bumi magnitudo 7,7 SR yang mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) sore.
Informasi dari Humas BMKG yang diterima di Jakarta, Jumat, peringatan dini dinyatakan berakhir pada pukul 17.36 WIB atau sekitar setengah jam setelah terjadi gempa.
Sebelumnya BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Kendati begitu, BMKG meminta warga di wilayah Kabupaten Donggala khususnya bagian barat tetap waspada.
Diperkirakan potensi tsunami di Donggala Bagian Barat dengan Siaga, Donggala Bagian Utara status Waspada, Sulbar, Mamuju Bagian Utara status Waspada dan Sulteng Kota-Palu Bagian Barat Waspada.
Gempa bumi terjadi pada pukul 17.02.44 WIB dengan pusat gempa di 18 Lintang Selatan dan 119.85 Bujur Timur dengan kedalaman 10 Kilometer.
Sebelumnya, gempa susulan terjadi di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Gempa kali ini berkekuatan besar mencapai 7,7 skala richter.
BMKG menginformasikan, gempa terjadi sekitar Pukul 17.02 WIB. Gempa ini terjadi di lokasi 0.18 Lintang Selatan, 119.85 Bujur Timur. Tepatnya, 27 km timur laut Donggala.
Akibat gempa ini, puluhan rumah rusak. Satu orang dilaporkan meninggal dunia.
Pada pukul 13.59 WIB tadi, Donggala juga diguncang gempa. Pada waktu itu, kekuatan gempa hanya 5,9 SR.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya