Blusukan ke Pasar Kemiri, Djarot dikawal ketat polisi
Merdeka.com - Calon Wakil Gubernur DKI nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat kembali blusukan ke kawasan Kembangan Utara, Jakarta Barat. Pada putaran pertama, dia mendapatkan penolakan oleh beberapa warga di tempat ini karena menjadi pendamping Basuki Tjahaja Purnama.
Untuk mengantisipasi terjadinya pengadangan kembali, Polres Jakarta Barat melakukan pengawalan ketat terhadapnya.
Mantan Wali Kota Blitar ini mengaku santai saja walaupun mendapatkan pengawalan ketat oleh aparat kepolisian. Padahal, dia mengaku, tidak takut datang kembali ke Kembangan Utara biarpun sempat mendapatkan penolakan sebelumnya.
"Enggak apa-apa. Yang pertama itu kan, masih belum kenal, belum tahu," katanya di Pasar Kemiri, Kembangan Utara, Jakarta Barat, Senin (3/4).
Djarot menambahkan, sebelumnya kasus pengadangan tersebut telah sampai pada proses hukum. Namun, dia menegaskan, sudah tidak ada masalah lagi karena permasalahan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.
"Saya masih Inget sama Pak Naman. Itu saya sudah baikan sama dia. Enggak masalah. Itu hanya salah persepsi. Begitu diajak dialog, malah bagus. Enggak apa-apa," jelasnya.
Pada kesempatan ini, dia menyempatkan diri untuk memperhatikan adanya spanduk-spanduk provokatif di sekitar kawasan pasar. Bapak tiga orang putri ini mengharapkan, warga tetap menjaga situasi kota Jakarta selalu kondusif, sejuk dan damai.
"Sekarang akhirnya yang terjadi, saya bersyukur, spanduk-spanduk provokatif itu sudah mulai berkurang banyak. Sudah diturunkan," katanya.
Djarot mengimbau warga menghormati dan menghargai pilihannya masing-masing. Pilihan terhadap calon pemimpin dalam Pilgub DKI 2017 boleh berbeda, tetapi jangan sampai memutuskan tali silaturahim antar warga.
"Makanya kalau kemana-mana, selalu saya sampaikan, mari kita jaga situasi supaya kondusif, supaya sejuk, supaya damai dan hormati setiap pilihan dari warga lain," jelasnya.
Sedangkan, Kapolres Metro Jakarta Barat, Roycke Langie membenarkan adanya pengetatan pengamanan terhadap Djarot. Untuk itu, Polres Metro Jakarta Barat menuturkan personel satu SSK (satuan setingkat kompi) atau sekitar 100 personel.
"Tentunya kita kan punya SOP. Jadi tidak pernah kita kendor. Memang pengamanan itu harus dilihat dari potensi ancaman. Hal itu menjadi dasar untuk menyiapkan personel. Karena jumlah personel disesuaikan dengan ancaman. Sekarang ancamannya biasa saja. Kita tidak membeda-bedakan dengan calon mana pun," tutupnya.
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya