Blokade Jl Gatot Subroto, buruh gagal bertemu Menaker
Merdeka.com - Ribuan buruh menggeruduk Kantor Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) di Jl Gatot Subroto, Jakarta, untuk menuntut menolak upah minimum Rp 2,7 juta. Aksi itu juga disertai blokade jalan protokol yang membuat kemacetan lalu lintas di jam pulang kerja tersebut.
Pantauan merdeka.com, Jalan Gatot Subroto macet hingga Semanggi. Meski sudah memblokade jalan, upaya buruh untuk bertemu Menaker Hanif Dhakiri untuk meninjau ulang kenaikan upah minimum tidak berhasil. Buruh pun kecewa.
"Aksi panjat pagar saat blusukan kemarin hanya pencitraan, namun nyatanya saat buruh mendatangi ke kantornya tak ada," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal di Kantor Kemenakertrans, Jakarta, Rabu (26/11)
Selain itu, kata Iqbal, kenaikan harga BBM juga semakin memberatkan buruh. "Menuntut kenaikan upah yang Rp 2,7 juta menjadi Rp 3,2 juta dan menolak kenaikan BBM," ujarnya.
Menurut Iqbal, sejumlah ribuan buruh akan mogok nasional pada 10-11 Desember 2014 untuk merevisi upah layak dan 84 item kebutuhan hidup layak (KHL).
"Mogok nasional ini akan dilakukan oleh elemen buruh besar seperti KSBI KSPSI, KSPI," ujarnya.
Dia menambahkan pihaknya akan bertemu Anggota DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI untuk merevisi upah minimum kaum buruh pada Kamis (27/11) pukul 10.00 Wib.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya