Blanko KTP palsu dicetak di Indonesia lalu dibawa ke Kamboja
Merdeka.com - Kementerian Dalam Negeri langsung menelusuri isu kartu tanda penduduk eletronik palsu dari Kamboja. Dari hasil penelusuran diketahui E-KTP 'bodong' itu bekas sudah terisi datanya.
Agar semakin sempurna lalu diganti data penduduk di halaman pertama (overlay) yang berbeda dengan data asli di dalam chip dan dibuat di Indonesia. Setelah itu dibawa ke Kamboja untuk membikin kesan buatan luar negeri.
"Analisis kami, blangko dicetak di Indonesia, kemudian dibawa ke Kamboja lalu dikirim lagi ke sini untuk mengecoh. Ini untuk mengecoh saja kesannya ada impor," kata Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Zudan Arif Fakrulloh dalam konferensi pers di Kemendagri, Senin (13/02).
Menurut Zudan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) saat ini masih menyelidiki asal E-KTP bekas tersebut. Diketahui pelaku membuat E-KTP itu dengan mengakses server yang sedang rusak dengan mencetak blanko E-KTP.
"Saya minta Disdukcapil untuk menjaga blanko yang rusak. Server kita aman, KTP elektronik palsu dari yang bekas, data dari yang asli bisa terbaca di server," ujar Zudan.
Menurut Zudan, E-KTP yang asli dapat dicocokkan dengan menyamakan fisiknya. Antisipasi agar tidak terjadi lagi, tambah Zudan, adalah dengan menjaga agar jangan sampai KTP yang rusak bisa keluar.
"Kita lihat dengan kecocokan saja bisa kita lihat. Kalau Disdukcapil yang rusak (E-KTP) harusnya dimusnahkan. Sekarang diantisipasi jangan sampai yang rusak keluar ," paparnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya