Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BKSD usut 50 warga Tapanuli Selatan pemakan daging harimau Sumatera

BKSD usut 50 warga Tapanuli Selatan pemakan daging harimau Sumatera harimau sumatera. ©REUTERS/Mike Blake

Merdeka.com - Sekitar 50 warga di Desa Silantom Tonga, Kecamatan Pangaribuan, Tapanuli Utara, Sumatera Utara diketahui membunuh dan memakan daging harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae). Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumut menyatakan akan mengusut kasus ini.

Informasi dihimpun, pembunuhan harimau Sumatera itu terjadi setelah hewan itu terjerat perangkap babi, Senin (7/3) lalu. Dagingnya kemudian dipotong dan dibagi-bagi kepada warga desa untuk dimakan.

Pihak BKSDA sudah melarang warga melakukan hal itu. Bahkan, mereka menawarkan untuk menggantinya dengan hewan lain, seperti babi atau hewan lain, yang biasa dikonsumsi namun warga tetap menolak.

Kasus ini akan diusut tuntas, karena harimau Sumatera termasuk hewan langka yang dilindungi. "Kita akan memintai keterangan seluruh warga yang terlibat dalam pembagian daging harimau itu," kata Kepala Seksi Perlindungan, Pengawetan, dan Perpetaan BKSDA Sumut, Joko Iswanto, Kamis (10/3).

Dia memaparkan, tim dari lapangan sudah tiba di Medan membawa barang bukti. Mereka sudah memegang sekitar 50 nama warga yang terlibat dalam pembagian daging harimau itu.

Warga yang sudah terdata akan dipanggil bertahap. Pemanggilan dimulai dari aparat desa dan tokoh-tokoh masyarakat setempat.

"Dari hasil penyelidikan ini akan diketahui apakah mereka bersalah atau tidak," tandasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP