Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bio Farma Ungkap Detil Kandungan Vaksin Sinovac

Bio Farma Ungkap Detil Kandungan Vaksin Sinovac Vaksin Sinovac Disimpan di Bio Farma Bandung. ©2020 Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Juru Bicara Vaksin Covid-19 untuk PT Bio Farma, Bambang Heriyanto membeberkan kandungan vaksin Sinovac yang dibeli oleh pemerintah dari China.

Bambang menjamin, dalam kandungan vaksin tersebut, tidak ada satupun elemen yang bisa membahayakan tubuh. Sebab, kata Bambang, vaksin yang akan disuntikkan telah melalui tahapan pengembangan dan serangkaian uji yang ketat sehingga terjamin kualitas, keamanan, dan efektivitasnya.

Adapun kandungan yang ada di dalam vaksin tersebut berupa virus yang sudah dimatikan, aluminium hidroksida, larutan fosfat hingga larutan garam atau natrium klorida.

“Vaksin Covid-19 dari Sinovac hanya mengandung virus yang sudah dimatikan, jadi virusnya sudah dimatikan, tidak mengandung virus hidup atau yang dilemahkan, ini diketahui termasuk cara yang paling umum dalam membuat vaksin,” kata Bambang saat konferensi pers Kemenkes, Minggu (3/1).

Bambang juga menyebutkan, vaksin Sinovac tidak menggunakan bahan pengawet seperti borax, formalin, hingga mercuri. Seperti yang diketahui, sebelumnya sempat beredar kabar di masyarakat bahwa vaksin Sinovac mengandung pengawet berbahaya.

“Kandungan lainnya adalah aluminium hidroksida, kemudian larutan fosfat sebagai penstabil atau stabilizer, kemudian larutan garam natrium klorida sebagai isotonis. Tentunya garam ini yang memenuhi standar farmasi,” terangnya.

“Vaksin ini diproduksi tidak menggunakan pengawet dan tidak mengandung bahan lain seperti borax formalin atau mercuri,” lanjut Bambang.

Bantah Kabar Hoaks

hoaks rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Bambang juga mengklarifikasi terkait beredarnya kabar yang menyebutkan bahwa bahwa vaksin Sinovac mengandung sel vero (vero cell). Dia pun membantah hal tersebut.

Bambang menegaskan, dalam proses akhir pembuatan vaksin, vaksin tidak akan mengandung sel vero. Seperti yang diketahui, sel vero merupakan jalur sel yang terdapat dalam ginjal monyet hijau Afrika.

“Sel vero hanya digunakan sebagai media kultur untuk media kembang dan tumbuh vaksin guna memperbanyak virus sebagai bahan baku vaksin. Kalau tidak ada media kultur tentu virusnya akan mati dan tidak bisa digunakan untuk pembuatan vaksin,” kata dia.

“Setelah virus cukup, maka akan dipisahkan dari sel, Maka sel Vero tidak akan ikut dengan proses pembuatan vaksin. Pada produk akhir, vaksin tidak lagi mengandung sel Vero,” kata Bambang melanjutkan.

Bambang juga membantah kabar yang menyebutkan bahwa pada program vaksinasi nantinya akan menggunakan vaksin untuk uji klinis atau only for clinical trials.

“Pemberitaan yang menyebutkan bahwa vaksin Covid-19 yang akan digunakan adalah vaksin untuk uji klinis atau only for clinical trials sebagaimana yang tertulis dalam kemasan vaksin adalah tidak benar,” tutupnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP