Bio Farma Mulai Jajaki Kerja Sama dengan Sinopharm dan Moderna
Merdeka.com - Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari PT Bio Farma, Bambang Heriyanto mengatakan pihaknya mulai menjajaki kerja sama dengan Sinopharm. Sinopharm merupakan perusahaan China yang memproduksi vaksin Covid-19.
"Kami mulai bekerja sama melakukan pembicaraan dengan Sinopharm, ini perusahaan vaksin dari Beijing China, dengan platform inactivated. Ini sama seperti Sinovac," katanya dalam konferensi pers, Jumat (26/2).
Jika kerja sama terjalin baik, lanjut Bambang, PT Kimia Farma yang akan menangani langsung pengadaan vaksin Sinopharm. Selain Sinopharm, Bio Farma juga menjajaki kerja sama dengan Moderna.
"Ini kita sedang menjajaki kerja sama dengan Moderna, vaksin dari Amerika Serikat, dengan platform mRNA," jelasnya.
Bambang mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan sejumlah lembaga terkait dalam menjajaki kerja sama pengadaan vaksin Covid-19. Langkah ini untuk memastikan ketersediaan vaksin Covid-19 untuk program vaksinasi gratis pemerintah maupun gotong royong aman.
"Agar seluruh program vaksinasi baik program vaksinasi pemerintah maupun program vaksinasi gotong royong bisa berjalan lancar dengan baik," tandasnya.
Pemerintah telah mengizinkan vaksinasi Covid-19 mandiri atau gotong royong bagi karyawan atau karyawati dan keluarganya. Jenis vaksin Covid-19 yang digunakan dalam vaksinasi gotong royong berbeda dengan program vaksinasi pemerintah.
"Kami tegaskan kembali bahwa jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan dalam pelaksanaan vaksinasi gotong royong berbeda dengan jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan dalam vaksinasi program pemerintah," katanya dalam konferensi pers, Jumat (26/2).
Jenis vaksin Covid-19 yang digunakan pemerintah dalam program vaksinasi gratis adalah Sinovac, AstraZeneca, Novavax dan Pfizer. Sedangkan vaksinasi Covid-19 gotong royong tidak bisa menggunakan empat jenis vaksin tersebut.
"Saya ulangi sekali lagi jenis vaksin gotong royong tidak akan menggunakan vaksin Sinovac, vaksin AstraZeneca, vaksin Novavax dan vaksin Pfizer. Sehingga dengan ini kita bisa memastikan tidak ada kebocoran vaksin tersebut yang akan digunakan untuk vaksin gotong royong," tegasnya.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya