Bio Farma Jawab Kritikan DPR: Kita Enggak Sembarangan Beli Vaksin Sinovac
Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi IX, Ansory Siregar menilai, vaksin Sinovac belum seharusnya masuk ke Indonesia. Sebab, hingga hari ini vaksin Sinovac belum mendapatkan emergency use authorization alias EUA dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Perusahaan Bio Farma Bambang Heriyanto menjelaskan vaksin Sinovac memang belum ada izin penggunaan. Sebab saat ini sedang dalam tahap pengujian dari pihak BPOM.
"Jadi kemarin yang dibahas loh kok belum keluar izin, memang tapi bukan izin memasukan barang ya. Ini izin penggunaan jadi ilustrasinya kalau visanya kita sudah dapat, hanya izin kerjanya belum dapat, vaksinnya boleh kita beli, boleh kita masukan," kata Bambang kepada merdeka.com, Jumat (11/12).
Bambang mengungkapkan memasukan vaksin ke Indonesia juga melewati jalur persetujuan oleh BPOM yaitu spesial akses. Hal tersebut kata dia bukan hanya untuk vaksin saja tetapi untuk obat lainnya dalam keadaan darurat.
"Kalau dalam keadaan darurat boleh didatangkan bisa dibeli tetapi untuk penggunaannya yang menunggu izin dari BPOM yaitu emergency use authorization," ungkap Bambang.
"BPOM memberikan izin kok bisa masuk barangnya kan enggak sembarangan kita beli itu (vaksin). Ada namanya spesial akses maupun vaksin yang memang sangat dibutuhkan oleh negara," tambah Bambang.
Dia menuturkan setelah didatangkan ke Indonesia tidak langsung bisa dilakukan imunisasi. Sebab perlu dilakukan uji mulai dari BPOM hingga PT Bio Farma.
"Uji mutu, vaksin ini kan enggak hanya uji klinis aja, tapi ada uji muti si produknya sendiri harus diuji sebelum digunakan. Jadi kalau ilustrasinya kurang tepat, bukan visa. Visanya sudah kita peroleh, tetapi izin kerjanya kita belum dapat," ungkap Bambang.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IX, Ansory Siregar menilai, vaksin Sinovac belum seharusnya masuk ke Indonesia. Sebab, hingga hari ini vaksin Sinovac belum mendapatkan emergency use authorization alias EUA dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Tentang masuknya vaksin, vaksin Corona dari Sinovac itu belum mendapatkan emergency use authorization dari Badan POM RI atau EUA. Ini saya contohkan sebagai visa. Kalau kalau kita masuk satu negara, pakai visa," katanya dalam rapat paripurna DPR, Jumat (11/12).
"Tidak boleh masuk vaksin ini sebelum ada EUA dari badan POM, tapi ini sudah datang," tegas politikus PKS ini.
Dia mengatakan, 1,8 juta vaksin yang akan datang Januari sebaiknya ditahan dahulu. Sebelum ada izin BPOM atau tahap ketiga uji klinis selesai.
"Karena sudah 1,2 juta vaksin datang udah terlanjur, tolong yang 1,8 lagi mau datang Januari, sebelum ada izin dari Badan POM, atau belum tahap ketiga uji klinis bio Farma, tunggu lah," ujarnya.
Ansory pun mengkritik Indonesia mengambil vaksin Sinovac dari China. Sebab, beberapa negara sudah menyetop kerja sama, seperti Turki dan Brazil.
"Jadi tolong cacat ini mendatangkan vaksin itu. apalagi dua negara maju, Turki maupun juga Brazil sudah menyetop kerja sama dengan sinovac. Terlepas apapun alasan mereka, ini di sini belum ada izin dari Badan POM atau yang disebut EUA," tegasnya.
"Mohon nanti pimpinan menguatkan kepada pemerintah agar menunggu izin dari Badan POM ini baru didatangkan vaksin tersebut," katanya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya