Bingung demo ke mana, GO-JEK akhirnya geruduk kantor gubernur Bali
Merdeka.com - Ratusan pengemudi GO-JEK kembali demonstrasi, kali ini dilakukan di depan Kantor Gubernur Bali. Demo yang dilakukan pada pukul 13.30 Wita ini, terpaksa dihentikan karena tidak mengantongi izin. Karena ogah ditertibkan, sempat terjadi kericuhan antara pendemo dengan polisi.
Perwakilan GO-JEK Siregar mengatakan, dirinya beserta anggota yang lainnya melakukan aksi tersebut secara spontan. Anehnya, Siregar dan rekannya awalnya bingung mau demo di mana, karena kantor cabang pusat GO-JEK yang berada di Jalan Mallboro tidak bisa memberikan kepastian soal belum dibukanya akses suspend untuk aplikasi oder.
"Jujur kita ini spontanitas melakukan ini (aksi demo) karena kami tidak pernah melakukan ini. Kami juga bingung mau menggelar aksi di mana," terang Siregar saat memberikan keterangan kepada aparat kepolisian di Renon Denpasar, Bali, Rabu (3/12).
Salah seorang aparat Kepolisian yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, bahwa selain tidak mengantongi izin dari Polresta Denpasar, demo tersebut juga dinilai salah sasaran.
"Pertama, tidak ada izin atau konfirmasi ke Polresta Denpasar. Yang kedua bisa dibilang salah sasaran, karena seharusnya menyampaikan aspirasinya ke DPRD atau Disnaker, bukan Kantor Gubernur. Tapi lebih tepatnya ke manajemen. Kami tidak melarang mereka untuk demo, itu sah-sah saja tapi harus ada konfirmasi," jelasnya melakukan negosiasi dengan para GO-JEK.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya