Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BIN upayakan deportasi 16 WNI yang tertangkap di Turki

BIN upayakan deportasi 16 WNI yang tertangkap di Turki Kepala Badan Intelejen Negara Marciano Norman. ©2013 Merdeka.com/m. luthfi rahman

Merdeka.com - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman mengatakan, ada beberapa opsi yang dibuat untuk menangani kasus 16 WNI yang ditangkap pihak otoritas keamanan di Turki. Namun opsi yang paling terbaik, kata Marciano, adalah deportasi.

"Hasil yang di Turki, tim gabungan dari Indonesia yang tersedia dari Kemlu, kemudian dari BIN, Polri, dan BNPT, kita sudah berkomunikasi dengan pihak yang berwajib di Turki dan sampai saat ini masih ada beberapa opsi yang masih dirundingkan terkait 16 yang ditahan itu," ujar Marciano di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (17/3).

Marciano mengatakan, selain opsi deportasi ada juga pilihan pencari suaka kepada negara lain. Namun opsi deportasi yang paling baik karena dapat mengetahui motif keberangkatan 16 WNI ke Turki untuk dugaan gabung ISIS itu.

"Pertama, opsi deportasi yang kedua opsi mereka diperlakukan sebagai pencari suaka yang ditawarkan kepada negara lain yang mau menerima tetapi yang lebih diinginkan kelihatan oleh pemerintah Turki supaya lebih cepat adalah opsi yang dideportasi ke Indonesia," ujarnya.

Saat ini Marciano berupaya mengurus opsi deportasi ke otoritas Turki setempat. Hingga saat ini opsi deportasi itu masih dibicarakan dengan delegasi Indonesia dan otoritas disana.

"Nah, hal ini sedang dibicarakan nanti siang nanti waktu Turki mereka masih akan bertemu lagi, delegasi Indonesia dengan tim yang dari Turki, dipenjurui oleh Kemlu Turki kita juga oleh Kemlu kita, itu yang sedang kita kembangkan," ujarnya.

Marciano mengatakan ada 2 kelompok yang di sana dan masing-masing terdiri 16 orang. Kelompok pertama memang bertujuan untuk gabung dengan ISIS dan rombongan yang lain alasan ekonomi.

"Nah kelompok dengan motif alasan ekonomi inilah yang menimbulkan masalah lain jika diberlakikan opsi deportasi. Pasalnya, mereka berangkat ke Timur Tengah dengan menjual harta bendanya," katanya.

"Kita opsi yang paling bagus mungkin dideportasi sehingga kita bisa kembangkan tetapi seperti penjelasan-penjelasan yang telah diberikan terdahulu ya ada yang mereka sudah menjual segalanya disini untuk mencari kehidupan yang lebih baik di negara lain," imbuhnya.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP