Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BIN sebut polemik 5.000 senjata cuma masalah administrasi belum selesai

BIN sebut polemik 5.000 senjata cuma masalah administrasi belum selesai Pistol Mag4. ©2017 humas polri

Merdeka.com - Direktur Komunikasi dan Informasi Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Purwanto menanggapi polemik masalah pembelian 5.000 senjata. Menurutnya, polemik tersebut karena lalai dalam koordinasi antar kedua belah pihak.

"Ini masalah administrasi yang belum selesai dan pembicaraan lebih lanjut, komunikasi bersama antar kedua belah pihak, dan antar pimpinan yang ada di level atas bisa diwadahi untuk menghindari pertikaian-pertikaian yang akhirnya kontra produktif andai kata ini lantas menunjukkan suatu hal polemik-polemik seperti itu," kata Wawan di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (4/10).

Ia berharap, masalah tersebut sudah selesai dan jika ada perbedaan pandangan, pihak terkait cepat melakukan koordinasi yang lebih intens. Sebab, Presiden sudah mengambil alih koordinasi untuk meredam polemik yang sedang ramai diperbincangkan publik.

"Nah ini karena sudah ditangani bahkan sampe tingkat presiden, bahkan ini dianggap selesai dan memang nanti kita juga sadari andai kata ada perbedaan-perbedaan pandangan di masa depan untuk dilakukan koordinasi yang lebih bagus hingga tidak ada polemik kembali dan kita ingin supaya kembali on the track," lanjutnya.

Pengamat Intelijen tersebut juga mengatakan, pengadaan barang merupakan hal penting untuk dibicarakan baik di DPR maupun di Dirjen Anggaran, serta transparansi antar lembaga. Lanjutnya, senjata tersebut bukanlah ilegal karena pihak terkait sudah melakukan mekanisme perizinan sesuai prosedur.

"Apalagi menyangkut masalah impor misalnya, tetapi ini kan kalau lihat dari persoalan kemarin kan semuanya legal dan tidak ada yang ilegal, meskipun impor mereka juga melalui mekanisme yang sudah di anggap selesai," tutupnya.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP