Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BIN Nilai Bom Bunuh Diri di Makassar dan Teror di Mabes Polri Memakai Pola Lama

BIN Nilai Bom Bunuh Diri di Makassar dan Teror di Mabes Polri Memakai Pola Lama Lokasi ledakan di gereja katedral Makassar. ©2021 AFP/INDRA ABRIYANTO

Merdeka.com - Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto mengatakan aksi bom bunuh di Gereja Katedral Makassar dan teror di Mabes Polri adalah pelaku sel lama. Namun menurut Wawan, cara perekrutan kelompok ini yang baru dengan menggunakan di media sosial.

"Kalau sel lama, ini rekrutmen baru, dengan memposting bisa melakukan tanya jawab, pola lama tapi caranya rekrutmen orang baru," kata Wawan dalam diskusi bertema 'Bersatu Melawan Teror' dalam akun YouTube Sindo Trijaya, Sabtu (3/4).

Dia menjelaskan, sasaran kelompok ini generasi milenial yang tidak memiliki tanggungan. Serta lebih mudah diiming-iming untuk mati masuk surga.

"Lebih berpikir ada iming-iming daripada susah-susah kita mati masuk surga," kata dia.

Hal senada dikatakan mantan narapidana terorisme (napiter), Haris Amir Falah. Dia mengatakan kejadian teror bom kali ini adalah sel lama yang rutin melakukan kajian di Makassar. Dia mengatakan terdapat dua tempat yang jadi tempat dijadikan pembinaan.

"Ada dua tempat yang memang rutin dijadikan tempat oleh mereka untuk dijadikan pembinaan, dan pada saat yang tepat mereka melakukan aksi," kata dia.

Dia mengatakan kejadian tersebut bukan hanya di Makassar. Tetapi juga sudah menjamur keseluruh penjuru Indonesia. Sebab hal tersebut adalah jaringan, walaupun sudah terputus mereka memiliki akar.

"Saya rasa bukan di Makassar tapi juga seluruh Indonesia, ini juga pasti tidak lepas dari sasaran yang mereka lakukan. Mereka punya satu akar, akar pemikiran yang ekstream kemudian di bawah pembinaan yang terus menerus yang mestinya harus masif melawan itu," tandasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP