Bikin rusuh di Surabaya, sejumlah Bonek diamankan polisi
Merdeka.com - Kepolisian mengamankan sejumlah anggota Bonek, sebutan suporter Persebaya karena bikin ulah di ruas Jalan Darmo, Surabaya, pada Kamis malam (10/11) kemarin. Mereka turun ke jalan dan berbuat anarkis sebagai bentuk protes pasca-keputusan Kongres PSSI di Jakarta, yang tidak memasukkan klub sepakbola Persebaya di kompetisi 2017.
Informasi dihimpun merdeka.com di lapangan, Jumat (11/11), mereka merusak sejumlah fasilitas umum, dan satu unit mobil patwal polisi yang terparkir di Pos Polisi di depan Kebun Binatang Surabaya (KBS). Melihat kebrutalan Bonek, polisi menindak mereka dan tanpa ampun menghajar ratusan Bonek yang hendak masuk ke pusat kota.
Polisi sempat menembakkan gas air mata satu kali. Puluhan Bonek kocar-kacir meski sebagian ada yang berhasil diamankan kemudian diangkut ke dalam truk untuk dibawa ke Mapolrestabes Surabaya.
Wartawan yang meliput kejadian itu juga jadi sasaran kemarahan polisi. Mereka membentak dan meminta foto dan rekaman kejadian dihapus. "Cepat dihapus!," bentak polisi sambil menenteng pentungan kepada sejumlah wartawan, Kamis (10/11).
Meski sudah diinformasikan mereka jurnalis, tetap saja sejumlah personel polisi di sana memaksa rekaman gambar kejadian di hapus.
Pasca-kerusuhan ini, sejumlah titik vital dijaga ketat. Seperti di Taman Bungkul, KBS, Pos Polisi di depan Monumen Polisi Istimewa, Kantor Dispora, Kantor PSSI Jawa Timur, yang sempat disegel Bonek, Gedung Grahadi, Balai Kota Surabaya dan beberapa titik vital lainnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya