Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bikin orderan fiktif, 5 sopir Grab di Bali ditangkap polisi

Bikin orderan fiktif, 5 sopir Grab di Bali ditangkap polisi Lima driver Grab ditangkap polisi. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Lima sopir Grab dilaporkan ke Polda Bali oleh perwakilan PT Solusi Transportasi Indonesia (Grab). Kelimanya ketahuan membuat order fiktif hingga menyebabkan Grab mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Perwakilan Grab, Iwan Restu Ary menyebutkan, terungkapnya kasus ini setelah perusahaan mendeteksi melalui sistem aplikasi bahwa beberapa mitra kerjanya melakukan penyelewengan terhadap rute yang telah ditetapkan perusahaan.

Kelima sopir masing-masing berinisial HC (32), ANS (37), PW (21), AS (23) dan AR (27). Mereka menggunakan aplikasi fake GPS (GPS palsu).

"Fake GPS sengaja dipasang dengan tujuan melakukan routing map atau memanipulasi rute perjalanan. Sehingga Grab mengalami kerugian materil hingga ratusan juta rupiah," ucap Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Pol Anom Wibowo, Jumat (23/2).

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku juga menambahkan aplikasi pendukung lain seperti Zuper, Magisk, Xposed, Installer, Disable Service, Root Explorer dan Imei Chager. Aplikasi tersebut diperoleh dari jaringan yang saat ini tengah diburu petugas.

"Setelah aplikasi diperoleh, mereka kemudian menyebar atau istilahnya memasang tuyul di beberapa titik yang ramai penumpang. Jadi yang terbaca dalam sistem Grab seolah-olah mereka dapat order dan membawa penumpang, padahal tidak ada," jelas Anom Wibowo.

Dalam sehari, masing-masing pelaku mengaku mendapat bonus hingga ratusan ribu dari perusahaan Grab karena memperoleh order. Sedangkan Grab harus menelan kerugian atas order fiktif yang dilakukan para pelaku selama empat bulan terakhir.

Ketika disinggung adanya keterlibatan pihak perusahaan Grab karena kasus ini hanya dipahami oleh ahli IT, Dirkrimsus menyatakan kemunginan itu ada dan pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Kasus-kasus seperti ini juga marak di Jakarta dan Makassar. Kita di Bali berhasil mengungkap kasus ini atas kerja sama Unit Cyber Crime dengan Team Cyber Troops Ditreskrimsus Polda Bali. Mereka kita tangkap, Rabu (21/2)," tutup Anom Wibowo.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP