BI temukan 2.288 lembar upal di Sulsel, terbanyak dari Makassar
Merdeka.com - Bank Indonesia perwakilan Sulawesi Selatan menemukan uang palsu sebanyak 2.288 lembar sepanjang tahun 2016 lalu. Uang palsu itu terdiri pecahan Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000, Rp 50.000 dan Rp 100.000.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Wiwiek Sisto Widayat menjelaskan, upal itu terbanyak ditemukan di Kota Makassar yakni sekira 90 persen, menyusul Kota Parepare sebanyak 5,9 persen, Kabupaten Bone sebanyak 2,5 persen, Kabupaten Pinrang sebanyak 1,14 persen dan Kabupaten Bulukumba ada 0,08 persen. Menyusul Rantepao di Kabupaten Toraja Utara dan Sorowako di Kabupaten Luwu Timur.
"Akumulasi temuan jumlah upal ini diperoleh dari beberapa laporan yakni konfirmasi dari perbankan, bank yang melakukan penyetoran tunai ke Bank Indonesia, masyarakat yang sadar melaporkan temuannya dan saat Bank Indonesia melakukan kas keliling di dalam dan di luar kota pada tahun 2016," kata Wiwiek Sisto Widayat dikonfirmasi, Selasa, (24/1).
Ditanya soal temuan kepolisian atas uang palsu dari kasus kriminal yang berhasil dibongkar, menurut Wiwiek, akan diperlakukan sebagai alat bukti yang digunakan oleh kepolisian untuk melakukan tindakan-tindakan lebib lanjut.
"Penata usahaan dan pencatatan uang palsu hasil tindak kejahatan dilakukan oleh kepolisian sehingga tidak ditata usahakan dan dicatat di Bank Indonesia," ujarnya.
Lebih jauh Wiwiek mengatakan, pihaknya optimistis terhadap sistem pengaman pada rupiah baru emisi tahun 2016 yang baru saja diluncurkan dan kini giat disosialisasikan sekaligus didistribusikan. Sistem pengamannya mampu meminimalisir pemalsuan uang karena teknologi dari sistem pengaman pada cetakan baru rupiah sangat canggih.
"Ada 9 hingga 12 unsur pengaman dari uang rupiah TE 2016 di antaranya gambar saling isi alias rectoverso, tinta berubah warna, gambar tersembunyi, cetakan kasar jika diraba, benang pengaman, gambar raster, mikro teks dan anti-copy. Tapi meski sistem pengaman canggih, kami tetap tidak bisa menjamin 100 persen bahwa tidak akan ada lagi pemalsuan uang karena para pelaku kejahatan pastinya terus berusaha mencari cara memalsukan rupiah," pungkasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya