Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Besok tenggat waktu, uang tebusan 10 WNI sudah disiapkan

Besok tenggat waktu,  uang tebusan 10 WNI sudah disiapkan Kemenhan luncurkan portal Bela Negara. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu ‎menegaskan pemerintah tengah melakukan proses negosiasi dengan pihak Filipina terkait penyanderaan 10 orang warga negara Indonesia (WNI) oleh kelompok Abu Sayyaf.

"Sekarang kami sedang berada pada tahap diplomasi dan negosiasi. Mudah-mudahan ini yang terbaik ya," kata Ryamizard di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Kamis (7/4).

Dijelaskannya, pemerintah mempertimbangkan menempuh jalur militer untuk membebaskan 10 ‎ WNI tersebut. Sejauh ini, proses diplomasi merupakan langkah bijak yang dilakukan Indonesia.

"Karena kalau dengan kegiatan militer kan, ada dampaknya yang mati nanti. Kalau yang mati terorisnya enggak ada masalah. Nah, kalau yang mati rakyat kita kan, disayangkan. Kita tunggu saja," terangnya.

Ditambahkannya, pemerintah juga sudah menyiapkan duit tebusan sesuai dengan permintaan kelompok Abu Sayyaf mengingat batas waktu penyerahan uang tebusan itu jatuh pada Jumat (8/4) besok.

"Ya kan, masih besok (tenggat waktu uang tebusan). Nanti malam entah mungkin diundur lagi (tenggat waktunya) akan kami dengarkan. Tapi masih tahap negosiasi. Negosiasi itu kan, bisa mundur-mundur ya. Jadi saya harapkan negosiasi itu bagus," tutur dia.

Kendati duit tebusan sudah disiapkan, Menhan menegaskan duit tersebut bukan milik negara. "Pokoknya yang jelas bukan uang negara," tuntasnya.

Kelompok Abu Sayyaf dalam tuntutannya meminta tebusan sebesar 50 juta Peso atau senilai Rp 15 miliar rupiah.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP