Besok, 6.000 Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan Tolak UU Cipta Kerja
Merdeka.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) kembali berencana turun ke jalan menolak pengesahan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja di depan Istana Negara, Jakarta, Jumat (16/10) besok.
"Benar, (akan demo lagi besok) dengan estimasi masa sekitar 6.000 atau bisa lebih banyak dari sebelumnya," kata Koordinator Media BEM-SI, Andi Khiyarullah pada Kamis (15/10).
Andi mengatakan pada aksi unjuk rasa ini pihaknya tetap membawa tuntutan untuk Presiden Joko Widodo mengeluarlan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) guna membatalkan UU Omnibus Law Cipta Kerja
"Iya sama seperti kemarin dan mendesak Presiden Joko Widodo keluarkan Perppu," jelasnya.
"Mereka melalui Surat Imbauan Nomor 1035/E/KM/2020 perihal Pembelajaran Secara Daring dan Sosialisasi UU Cipta Kerja," kata dia.
Selain itu, mengecam tindakan represif Aparatur Negara terhadap peserta aksi, mahasiswa dan aktivis.
"Kami akan tetap merapatkan barisan mencegah penyusup. Kami pastikan seluruh peserta aksi berangkat dengan damai," ujar dia.
Andi meminta mahasiwa tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. "Gunakan masker," ujar dia.
Gelombang Demo Terus Berlanjut
Sebelumnya, telah banyak gelombang aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja sejak pekan kemarin. Mulai dari buruh, mahasiswa, bahkan organisasi masyarakat Islam
Merdeka.com mencatat aksi unjuk rasa di Jakarta bermula pada Kamis (8/10) pekan lalu. Dengan bergabungnya beragam elemen dari buruh, mahasiswa, sampai masyarakat yang di kawasan Patung Kuda dan simpang Harmoni, Jakarta Pusat.
Selanjutnya, pada Selasa (13/10) aksi unjuk rasa digelar di Jakarta oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212 di sekitar Patung Kuda dan hari ini Kamis (15/10) Gerakan Buruh Jakarta (GBJ) melakukan demo terpusat di Simpang Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Reporter: Ady Anugrahadi
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya